Kaprodi Baru Hukum Tata Negara (HTN) STAI NUSANTARA Banda Aceh Bawa Semangat Dan Perubahan Untuk Pendidikan Hukum Aceh

JEJAK INFORMASI

- Redaksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:59 WIB

5081 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Pengukuhan Kaprodi

Foto Pengukuhan Kaprodi

BANDA ACEH | Timelines Inews — Ketua Perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Bireun-Pidie Jaya, MUHAMMAD ZUBIR,S.H,M.H Resmi Dikukuhkan Sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) Hukum Tata Negara (HTN) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nusantara Banda Aceh Untuk Periode 2026–2028.

Prosesi Pengukuhan Berlangsung Di Lingkungan Kampus STAI Nusantara, Rabu (20/5/2026), Dan Dihadiri Unsur Pimpinan Yayasan, Sivitas Akademika, Para Dosen, Mahasiswa, Hingga Sejumlah Tokoh Pendidikan Dan Praktisi Hukum Di Aceh.

Pengukuhan Tersebut Dinilai Sebagai Langkah Strategis Dalam Memperkuat Pengembangan Akademik Program Studi Hukum Tata Negara Yang Saat Ini Terus Berkembang Di Tengah Meningkatnya Kebutuhan Masyarakat Terhadap Pendidikan Hukum Yang Adaptif, Kritis, Dan Berorientasi Pada Keadilan Sosial.

Ketua STAI Nusantara, Dicky Wirianto, Mengatakan Penunjukan Muhammad Zubir Didasarkan Pada Kapasitas, Pengalaman Advokasi, Serta Rekam Jejaknya Dalam Dunia Hukum Dan Sosial Kemasyarakatan Di Aceh.

Menurutnya, Program Studi Hukum Tata Negara Membutuhkan Figur Yang Tidak Hanya Memahami Teori Hukum Secara Akademis, Tetapi Juga Memiliki Pengalaman Praktik Dan Keberanian Dalam Memperjuangkan Nilai-Nilai Keadilan Di Tengah Masyarakat.

“Penguatan Program Studi Tidak Cukup Hanya Melalui Kurikulum, Tetapi Juga Membutuhkan Kepemimpinan Yang Mampu Menghadirkan Semangat Perubahan, Membangun Budaya Akademik Yang Sehat, Serta Menjadikan Kampus Sebagai Ruang Lahirnya Pemikiran Hukum Yang Progresif,” Ujar Dicky Wirianto.

Ia Menambahkan, Keberadaan Prodi HTN Diharapkan Mampu Melahirkan Generasi Muda Aceh Yang Memahami Konstitusi, Sistem Ketatanegaraan, Hak-Hak Warga Negara, Serta Memiliki Sensitivitas Terhadap Persoalan Hukum Dan Demokrasi.

Sementara Itu, Muhammad Zubir Menyampaikan Bahwa Amanah Yang Diberikan Kepadanya Bukan Sekadar Jabatan Struktural Akademik, Melainkan Tanggung Jawab Moral Dan Intelektual Dalam Membangun Kesadaran Hukum Masyarakat Melalui Jalur Pendidikan Tinggi.

Menurutnya, Pendidikan Hukum Harus Mampu Menjawab Tantangan Zaman, Termasuk Persoalan Penegakan Hukum, Perlindungan Hak Masyarakat, Tata Kelola Pemerintahan, Hingga Penguatan Demokrasi Dan Supremasi Konstitusi Di Daerah.

“Hukum Tidak Boleh Hanya Dipahami Sebagai Teori Di Ruang Kelas. Pendidikan Hukum Harus Hadir Untuk Membentuk Karakter, Integritas, Dan Keberanian Generasi Muda Dalam Memperjuangkan Keadilan Serta Menjaga Nilai-Nilai Konstitusi,” Kata Zubir.

Ia Juga Menekankan Pentingnya Membangun Kolaborasi Antara Akademisi, Praktisi Hukum, Lembaga Advokasi, Dan Masyarakat Sipil Agar Kampus Dapat Menjadi Pusat Kajian Sekaligus Ruang Pengabdian Yang Memberikan Dampak Nyata Bagi Masyarakat Aceh.

Dalam Perspektif Hukum Tata Negara, Lanjutnya, Generasi Muda Perlu Memahami Posisi Hukum Sebagai Instrumen Perlindungan Hak Warga Negara Sekaligus Alat Kontrol Terhadap Jalannya Pemerintahan Yang Demokratis Dan Berkeadilan.

“Kita Ingin Melahirkan Sarjana Hukum Yang Tidak Hanya Cerdas Secara Akademik, Tetapi Juga Memiliki Keberpihakan Terhadap Nilai Keadilan, Hak Asasi Manusia, Serta Kepentingan Masyarakat Luas,” Ujarnya.

Saat Ini, STAI Nusantara Memiliki Empat Program Studi Utama, Yakni Hukum Tata Negara (HTN), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Pendidikan Agama Islam (PAI), Dan Ekonomi Syariah, Serta Program Pascasarjana Studi Islam.

Sebagai Bentuk Komitmen Dalam Memperluas Akses Pendidikan Bagi Masyarakat, Pihak Kampus Juga Menyediakan Sekitar 40 Hingga 50 Kuota Beasiswa Bagi Mahasiswa Kurang Mampu Pada Tahun Akademik 2026.

Prosesi Pengukuhan Turut Dihadiri Ketua Yayasan Rumoh Bina Aneuk Nanggro, Jamaluddin Thaib, Bersama Jajaran Dosen, Mahasiswa, Dan Tamu Undangan Lainnya.

Pengangkatan Muhammad Zubir Sebagai Kaprodi HTN Dinilai Menjadi Momentum Penting Dalam Memperkuat Eksistensi Pendidikan Hukum Di Aceh, Khususnya Dalam Mencetak Sumber Daya Manusia Yang Memahami Konstitusi, Demokrasi, Dan Penegakan Hukum Secara Komprehensif Di Tengah Dinamika Sosial Masyarakat Saat Ini.

#YARABireun-PidieJaya

#KaprodiHTNSTAINusantara

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Berita Terkait

AKBP Tendri Wardi Resmi Jabat Kapolres Pidie Jaya, Gantikan AKBP Ahmad Faisal Pasaribu
*Sat Samapta Polres Pidie Jaya Gelar Patroli Perintis Presisi, Ciptakan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif*
Wali Kota Langsa Nobar Piala Dunia Inggris vs Argentina Bersama Masyarakat di Videotron 
PEMERINTAH PIDIE JAYA ROMBAK JABATAN‼️ 9 PEJABAT RESMI DILANTIK
Bukber Wartawan Simeulue, SEKBER Tegaskan Persatuan Tanpa Sekat Organisasi
Logistik Rampung 100 Persen, Kota Langsa Siap Sukseskan Pilchiksung 2026
Warga Lamdingin Ditemukan Mengapung Di Krueng Aceh, Polisi Lakukan Olah TKP
Atas Permintaan Masyarakat, Pemko Langsa Gelar Nobar Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Quiet Quitting: Malas Bekerja atau Bentuk Kesadaran akan Work-Life Balance?

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:41 WIB

Lulus Kuliah, Lalu Menganggur: Apakah Jurusan yang Dipilih Masih Relavan dengan Dunia Kerja?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:52 WIB

Hubungan Parasosial di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:43 WIB

Penghapusan Kewajiban Skripsi: Apakah Sebuah Kemajuan?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:22 WIB

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:14 WIB

DAMPAK SMARTPHONE TERHADAP FOKUS BELAJAR MAHASISWA

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:05 WIB

Dua Sisi Mata Uang Media Sosial: Lebih Bermanfaat atau Berbahaya?

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:56 WIB

Pernikahan Dini Langgar Hak Anak

Berita Terbaru