BEM PSDKU USK Gayo Lues Soroti Konflik Satwa Liar, Desak Penanganan Serius Kemunculan Harimau

REDAKSI 1

- Redaksi

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:10 WIB

50191 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PSDKU USK Gayo Lues menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya konflik antara manusia dan satwa liar yang terjadi di wilayah Kabupaten Gayo Lues dalam beberapa waktu terakhir.

Hal tersebut disampaikan Ketua BEM PSDKU USK Gayo Lues, Indra Syahputra, menyusul peristiwa tragis diterkamnya seorang warga Desa Singah Mulo, Kecamatan Putri Betung, oleh harimau pada pekan lalu. Selain itu, keresahan masyarakat kembali meningkat setelah munculnya harimau di kawasan kebun warga di Desa Kutebukit, Kecamatan Blang Pegayon.

Menurut Indra, rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa konflik manusia dan satwa liar telah berada pada kondisi yang membutuhkan penanganan cepat, terukur, dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kemunculan harimau di area permukiman dan perkebunan warga tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga menjadi indikasi terganggunya habitat alami satwa tersebut,” ujar Indra Syahputra dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/05/2026).

Ia mengajak masyarakat untuk tetap waspada namun tidak bertindak gegabah terhadap satwa liar, khususnya harimau yang merupakan satwa dilindungi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan provokasi, perburuan, ataupun pemasangan jerat karena dapat memperburuk situasi dan membahayakan semua pihak,” tambahnya.

BEM PSDKU USK Gayo Lues juga mendesak pemerintah daerah, aparat keamanan, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) agar segera mengambil langkah konkret di lokasi-lokasi rawan konflik satwa liar.

Adapun sejumlah langkah yang dinilai perlu segera dilakukan antara lain meningkatkan patroli terpadu di wilayah rawan kemunculan harimau, membentuk tim respons cepat yang melibatkan pemerintah dan masyarakat, melakukan sosialisasi keselamatan, hingga memasang papan peringatan di area yang diduga menjadi lintasan harimau.

Selain itu, BEM PSDKU USK Gayo Lues turut menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan habitat satwa liar guna meminimalisir konflik antara manusia dan harimau di masa mendatang.

“Kami berharap seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dapat bersinergi dalam mencari solusi terbaik demi menjaga keselamatan warga sekaligus melestarikan keseimbangan alam di Kabupaten Gayo Lues,” tutup Indra.

Berita Terkait

AKBP Tendri Wardi Resmi Jabat Kapolres Pidie Jaya, Gantikan AKBP Ahmad Faisal Pasaribu
*Sat Samapta Polres Pidie Jaya Gelar Patroli Perintis Presisi, Ciptakan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif*
Wali Kota Langsa Nobar Piala Dunia Inggris vs Argentina Bersama Masyarakat di Videotron 
PEMERINTAH PIDIE JAYA ROMBAK JABATAN‼️ 9 PEJABAT RESMI DILANTIK
Bukber Wartawan Simeulue, SEKBER Tegaskan Persatuan Tanpa Sekat Organisasi
Logistik Rampung 100 Persen, Kota Langsa Siap Sukseskan Pilchiksung 2026
Warga Lamdingin Ditemukan Mengapung Di Krueng Aceh, Polisi Lakukan Olah TKP
Atas Permintaan Masyarakat, Pemko Langsa Gelar Nobar Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Quiet Quitting: Malas Bekerja atau Bentuk Kesadaran akan Work-Life Balance?

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:41 WIB

Lulus Kuliah, Lalu Menganggur: Apakah Jurusan yang Dipilih Masih Relavan dengan Dunia Kerja?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:52 WIB

Hubungan Parasosial di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:43 WIB

Penghapusan Kewajiban Skripsi: Apakah Sebuah Kemajuan?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:22 WIB

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:14 WIB

DAMPAK SMARTPHONE TERHADAP FOKUS BELAJAR MAHASISWA

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:05 WIB

Dua Sisi Mata Uang Media Sosial: Lebih Bermanfaat atau Berbahaya?

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:56 WIB

Pernikahan Dini Langgar Hak Anak

Berita Terbaru