Dinsos Aceh Dukung Pembentukan Kampung Siaga Bencana,Tahap1 di Lima Daerah Rawan Bencana

TARMIZI UMAR

- Redaksi

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:09 WIB

5030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Dinas Sosial Aceh,Budi Afrizal, S.KM., M.KM.Rabu (3/6/2026) Dok.Dinsos

TLii | BANDA ACEH – Dinas Sosial (Dinsos) Aceh menyatakan kesiapan penuh mendukung program Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) dalam pembentukan dan penguatan Kampung Siaga Bencana (KSB) di lima kabupaten/kota rawan bencana di Aceh. Program ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai 7 Juni hingga 6 Juli 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program KSB Pascabencana Sumatera yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana.

Program ini mengacu pada Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera untuk mempercepat pemulihan sosial masyarakat terdampak bencana sekaligus memperkuat kesiapsiagaan di wilayah rawan bencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.KM., M.KM., mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari pembentukan tim provinsi dan daerah hingga koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota terkait rekomendasi pembentukan KSB, lokasi kegiatan, sarana dan prasarana pendukung, armada siaga bencana, serta Rescue Tactical Unit (RTU) yang akan dilibatkan dalam simulasi kebencanaan.

“Program KSB merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang menempatkan warga sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana. Ini penting karena Aceh masih menghadapi risiko banjir, cuaca ekstrem, dan berbagai bencana hidrometeorologi lainnya,” ujar Budi.

Setiap KSB akan melibatkan 60 relawan yang berasal dari Masyarakat desa-desa rawan bencana.

Para relawan akan mendapatkan pelatihan komprehensif mengenai manajemen bencana, identifikasi risiko dan kerentanan, penyusunan rencana aksi, pemetaan kawasan rawan bencana, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pengelolaan gardu sosial, hingga lumbung sosial.

Selain itu, peserta juga akan dibekali keterampilan evakuasi, pengelolaan logistik, pendirian dapur umum, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat saat kondisi darurat. SOP yang disusun nantinya akan diuji melalui gladi lapangan dan simulasi kebencanaan.

Dalam pelaksanaannya, Kemensos RI turut menggandeng perguruan tinggi untuk memberikan dukungan akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Tiga perguruan tinggi yang diundang dalam kegiatan ini adalah Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Andalas (Unand), dan Universitas Syiah Kuala (USK).

Keterlibatan dosen dan mahasiswa diharapkan dapat memperkuat implementasi program berbasis ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Kemensos RI dijadwalkan menghadiri peluncuran perdana program di Kota Langsa.

Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan sistem kesiapsiagaan masyarakat berbasis komunitas di Aceh.

Sementara itu, Subkoordinator Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Dinsos Aceh yang juga Ketua Tim Pembentukan KSB Aceh, Yanyan Rahmad, A.Ks., M.Si., menyatakan timnya siap diterjunkan sesuai jadwal pelaksanaan di lima daerah, yakni.- Kota Langsa (7–12 Juni 2026),

– Aceh Timur (13–18 Juni 2026),
– Aceh Utara (19–24 Juni 2026),
– Pidie Jaya (25–30 Juni 2026), dan
– Kabupaten Pidie (1–6 Juli 2026).

Melalui program ini, Kemensos RI berharap masyarakat Aceh semakin tangguh, mandiri, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan secara optimal.*[Yahbit]

Berita Terkait

3.700 ASN Pidie Jaya Segera Terima Gaji Ke-13, Pemerintah Harap Tingkatkan Daya Beli Masyarakat
Zulhamuddin Arbi S.Hut (KSBTU KPH VIII Aceh) Perkuat Pengamanan Hasil Hutan dan Tata Niaga Getah Pinus di Gayo Lues 
KPA Pase Gelar Haul Sultan Al-Malik Ash-Shalih, Sejarah Kejayaan Samudera Pasai Kembali Digaungkan
Tari Belo Mesusun Sambut Kedatangan Menteri Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga Di Agara.
Polres Pidie Jaya Kedepankan Restorative Justice, Kasus Dugaan Pencurian Aset Pemkab Diselesaikan Secara Damai
Pendaki Asal Aceh Utara Hilang di Gunung Seulawah, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Pengulu Kampung Akang Siwah Blangpegayon Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Hutan Saat Musim Kemarau
DWP Kota Langsa Kunjungi Telaga Tujoh, Gaungkan Pendidikan dengan Hati untuk Generasi Negeri

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:53 WIB

Press Release Operasi Antik Toba 2026 : Polres Toba Ungkap 8 Kasus Narkoba, Sita 289 Butir Ekstasi dan 3,79 Gram Sabu

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:47 WIB

Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa, Lapas Kelas IIA Pancur Batu Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:32 WIB

Sebanyak 1.052 Narapidana dan Anak Binaan Terima Remisi Dan PMP Khusus Waisak 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:23 WIB

Teluk Dalam hingga Perbaungan,PT KAI Divre I Sumut Genjot Pemangkasan Pohon Rawan Tumbang

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:31 WIB

Komitmen Zero Halinar, Petugas P2U Lapas Padangsidimpuan Intensifkan Penggeledahan Badan dan Barang Pegawai

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:23 WIB

Petugas P2U Lapas Padangsidimpuan Perketat Pengawasan, Geledah Badan dan Barang Petugas Dititipkan di Loker

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:17 WIB

Kalapas Padangsidimpuan Serahkan Perlengkapan Mandi kepada Warga Binaan sebagai Wujud Pemenuhan Hak Dasar

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:18 WIB

Lapas Tebing Tinggi Ingatkan WBP: Manfaatkan Wartel Resmi, Hindari HP & Narkoba

Berita Terbaru