Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital

PUTRI RAHMAWATI

- Redaksi

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:22 WIB

5073 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

( foto ilustrasi Americanbehavioraclinics.com)

TIMELINES INEWS INFESTIGASI

Penulis : Naila Ardelia Mahasiswa PBI Unmuh Babel Nim 250441017

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di era digital yang serba cepat seperti saat ini, menjaga kesehatan mental telah menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi setiap orang. Paparan informasi yang terus-menerus serta penggunaan media sosial yang semakin luas, yang sering memicu fenomena Fear of Missing Out (FOMO) atau rasa takut ketinggalan, dapat memberikan pengaruh besar terhadap kondisi psikologis seseorang. Oleh karena itu, meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental sangatlah diperlukan untuk mencegah stres, kecemasan, dan depresi, sekaligus menciptakan keseimbangan yang sehat antara kehidupan di dunia digital dan dunia nyata.

Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat telah mengubah cara manusia berkomunikasi, belajar, bekerja, dan berinteraksi dengan orang lain. Dahulu, sebagian besar interaksi sosial dilakukan secara tatap muka, tetapi kini banyak aktivitas sehari-hari dapat dilakukan melalui internet dan perangkat digital. Meskipun kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan baru bagi kesehatan mental. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan mental di era digital bukan lagi sekadar pilihan gaya hidup, melainkan menjadi kebutuhan untuk menjalani kehidupan yang sehat, produktif, dan bermakna.

Salah satu tantangan psikologis terbesar saat ini adalah meningkatnya fenomena FOMO dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial. Platform digital biasanya hanya menampilkan momen-momen terbaik dalam kehidupan seseorang, seperti pencapaian, kebahagiaan, dan kesuksesan. Akibatnya, banyak orang mulai merasa bahwa hidup mereka tidak sesukses atau semenarik kehidupan yang mereka lihat di internet. Perbandingan tersebut dapat menimbulkan rasa tidak percaya diri, rendahnya harga diri, serta kecemasan.

Jika perasaan-perasaan ini terus diabaikan, pada akhirnya dapat berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang lebih serius.
Tantangan besar lainnya adalah kelebihan informasi (information overload). Setiap hari, masyarakat dibanjiri oleh berita, opini, dan berbagai diskusi di internet dalam jumlah yang sangat banyak. Berita negatif, konflik sosial, dan konten provokatif dapat secara perlahan menguras energi emosional seseorang.

Kondisi ini sering kali diperburuk oleh kebiasaan doomscrolling, yaitu terus-menerus menggulir berita negatif atau konten yang mengganggu dalam waktu yang lama. Akibatnya, seseorang dapat mengalami kelelahan mental, sulit berkonsentrasi, gangguan tidur, serta kecemasan yang berkepanjangan.
Masalah lain yang juga perlu mendapat perhatian serius adalah perundungan siber (cyberbullying).

Anonimitas yang diberikan oleh internet sering disalahgunakan oleh sebagian orang untuk menyebarkan komentar kebencian atau pesan yang menghina. Korban cyberbullying dapat mengalami tekanan emosional yang berat, kehilangan rasa percaya diri, bahkan mengalami trauma psikologis dalam jangka panjang. Selain itu, meningkatnya penggunaan pembelajaran daring dan sistem kerja jarak jauh juga membuat batas antara waktu bekerja dan waktu pribadi menjadi kabur, sehingga banyak orang merasa kelelahan secara mental karena sulit melepaskan diri dari tanggung jawab mereka.

Untuk menjaga kesehatan mental, setiap individu perlu mengambil langkah-langkah yang proaktif. Salah satu strategi yang efektif adalah membatasi penggunaan media sosial dan melakukan digital detox secara rutin. Mengurangi waktu di depan layar memberi kesempatan bagi pikiran untuk beristirahat dan pulih dari rangsangan digital yang terus-menerus. Selain itu, melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga, membaca buku, menekuni hobi, atau menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga dan teman dapat membantu memperbaiki suasana hati serta mengurangi stres.

Di samping upaya pribadi, meningkatkan literasi digital juga memegang peranan yang sangat penting. Masyarakat perlu memahami bahwa apa yang mereka lihat di media sosial hanyalah sebagian kecil kehidupan seseorang yang telah dipilih dengan cermat dan tidak selalu mencerminkan kenyataan. Pendidikan mengenai penggunaan teknologi yang sehat dan bertanggung jawab sebaiknya dimulai dari lingkungan keluarga dan dilanjutkan di sekolah.

Selain itu, apabila tekanan emosional mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, seseorang tidak perlu ragu untuk mencari bantuan profesional dari psikolog atau psikiater. Saat ini, layanan konseling secara daring juga semakin mudah diakses sehingga dukungan profesional terhadap kesehatan mental menjadi lebih mudah diperoleh.

Kesimpulannya, era digital menawarkan banyak peluang dan kemudahan, tetapi juga menghadirkan tantangan yang besar bagi kesehatan mental. Oleh karena itu, setiap orang perlu menggunakan teknologi secara bijaksana dengan membatasi penggunaan media sosial yang berlebihan, mengevaluasi informasi di internet secara kritis, serta meluangkan waktu untuk beristirahat dari perangkat digital. Dengan menjaga kesehatan mental yang baik, seseorang dapat tetap produktif, membangun hubungan yang sehat, serta menikmati kehidupan yang lebih seimbang dan bermakna meskipun teknologi terus berkembang dengan pesat.

Berita Terkait

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang Laksanakan Program Kerja Bak Sampah di SDK Idalolong
Lulus Tanpa Skripsi : Terdengar Menggiurkan Tapi Sebenarnya Jebakan?
Quiet Quitting: Malas Bekerja atau Bentuk Kesadaran akan Work-Life Balance?
Lulus Kuliah, Lalu Menganggur: Apakah Jurusan yang Dipilih Masih Relavan dengan Dunia Kerja?
Perlukah Media Sosial Dibatasi Untuk Anak di Bawah 16 Tahun?
Hubungan Parasosial di Era Digital
Penghapusan Kewajiban Skripsi: Apakah Sebuah Kemajuan?
DAMPAK SMARTPHONE TERHADAP FOKUS BELAJAR MAHASISWA

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:04 WIB

Zero Narkoba”, Lapas Perempuan Pekanbaru Pastikan Pegawai dan WBP Bersih Lewat Tes Urine

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Prestasi WBP”, Lapas Perempuan Pekanbaru Tutup PORSENAP dengan Pembagian Hadiah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Dukung Program Akselerasi, Lapas Perempuan Pekanbaru Bekali WBP Keterampilan Pertanian

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Maulid Nabi di Lapas Perempuan Pekanbaru: Momentum Perbaiki Diri dan Perkuat Iman WBP

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Panen Hasil Kerja Keras, Warga Binaan Lapas Perempuan Pekanbaru Buktikan Semangat Kemandirian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Rumah Gizi Lapas Perempuan Pekanbaru Jadi Ruang Edukasi dan Perlindungan Anak Warga Binaan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:28 WIB

Melalui Panen Kangkung, Lapas Perempuan Pekanbaru Bekali WBP Keterampilan dan Kemandirian

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Rutin Periksa Kesehatan Warga Binaan

Berita Terbaru

BMA Sebut Muzaki Terbesar di Aceh

ACEH

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar

Rabu, 2 Sep 2026 - 00:58 WIB