Motif Prada DR Bunuh Ayahnya, Pedagang Sate di Bekasi, Kesal Tak Diberi Uang

REDAKSI

- Redaksi

Minggu, 2 Juli 2023 - 03:33 WIB

50117 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komandan Polisi Militer Kodam Jaya (Danpomdam Jaya) Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar mengungkapkan, pembunuhan WCP (48), pedagang sate di Bekasi, dilatarbelakangi rasa kesal karena pelaku tak diberi uang. Sebagai informasi, WCP dibunuh oleh Prada DR, seorang prajurit TNI sekaligus anak korban. Sebelum membunuh ayahnya, Prada DR sedang dalam proses pemecatan dari TNI karena desersi.

“Kejadian berawal saat pelaku DR pulang ke rumah orangtuanya tanggal 26 Juni untuk pinjam uang sebagai bekal mencari pekerjaan,” ungkap Irsyad dalam keterangannya, Jumat (30/6/2023). Permintaan DR tak dituruti oleh ayahnya. Keduanya terlibat cekcok dan tak bertegur sapa. Pada Kamis (29/6/2023) kemarin, DR kemudian menghabisi ayahnya.

“Pukul 06.00 WIB, pelaku masuk dalam kamar korban dan melihat ada sangkur di meja. Pelaku kemudian mengambil sangkur dan menikam korban,” ucap Irsyad.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

WCP lalu tewas akibat hunjaman sangkur yang dilakukan putranya tersebut.

“Korban ditikam tepat di bagian punggung sebanyak lima kali,” jelas Irsyad.

Saat ini, Prada DR sudah ditahan di Detasemen Polisi Militer Jaya 2 Cijantung. DR ditangkap oleh pihak TNI bersama Polres Metro Bekasi Kota tak lama setelah pembunuhan WCP terjadi.

“Penanganan ini juga dilakukan secara gabungan antara Denpom Jaya 2 Cijantung dan Polres Metro Bekasi Kota,” tutur Irsyad. Selain itu, DR kini sudah diberhentikan dengan tidak hormat dari satuannya karena terbukti melakukan pelanggaran berat.

Sebelumnya, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Dani Hamdani mengungkapkan, ada tiga orang saksi yang diamankan usai WCP ditusuk di warung sate miliknya, Jalan Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi, Kamis. Dari tiga orang yang diamankan, satu di antaranya adalah terduga pelaku. “Iya, termasuk terduga pelaku,” jelas Dani di Mapolsek Medan Satria, Kamis malam. Tiga saksi yang diamankan masih memiliki hubungan darah dengan korban. Sementara itu, jasad korban sudah berada di Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk diotopsi.

Penulis : Ishad Anshar

Editor : Ishad Anshar

Sumber Berita : Kompas.com

Berita Terkait

Aktivis Apresiasi Polda Aceh atas Penindakan Penimbunan BBM, Dampak Positif Mulai Dirasakan Masyarakat
Danlanud El Tari Bangun Generasi Tangguh NTT, Perkuat Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045
Kapolda Aceh Ungkap Kronologi Pengungkapan Pabrik Sabu di Pidie, Tegaskan Tak Ada Kompromi terhadap Narkoba
Rutan kls I Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis
Kabapas Palangka Raya Komitmen Dukung Peradilan Pidana Anak Profesional Proporsional Berorientasi Perlindungan
Bapas Kelas I Medan Jalin Kerja Sama dengan UNPAB, Dukung Pengembangan Kompetensi Mahasiswa melalui Program Magang
Bapas Palangka Raya Perkuat Kemitraan dengan Forum Pemuda Dayak Kalteng Kembangkan Potensi Kearifan Lokal
Bedah Buku Karya Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani di UI, Sekaligus Peluncuran Asosiasi Perguruan Tinggi Kajian Ilmu Kepolisian (APIK) 

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:17 WIB

“Tak Sekadar Janji, Azhari M. Nur Haji Maop Tunjukkan Kepedulian Nyata, Bantu Kursi Roda untuk Warga Idi Tunong”

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:26 WIB

Viral di TikTok! 6 Daerah Dapat Bantuan Rp 435,3 Miliar, Aceh Timur Tidak Ada – Pejuang Banjir: Tunggu Banjir Berikutnya Baru Cair?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Anggota DPRK Johar Fahlani Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Musibah di Desa Buket Pala

Rabu, 30 September 2026 - 16:59 WIB

Anggota DPRK Aceh Timur Johar Fahlani Serahkan Kursi Roda kepada Warga Gampong Jalan

Selasa, 29 September 2026 - 17:59 WIB

Dari Jalan hingga Jembatan, Bupati Al-Farlaky Dorong Percepatan Infrastruktur Aceh Timur

Selasa, 29 September 2026 - 17:06 WIB

TERUNGKAP, DUA DOKUMEN PERIZINAN PT BUMI FLORA DI ACEH TIMUR: HGU 1994 DAN IZIN LINGKUNGAN 2016

Jumat, 25 September 2026 - 18:49 WIB

Johar Fahlani Perjuangkan Pengaspalan Jalan Gampong Jalan, Akses Sembilan Sekolah Jadi Perhatian

Kamis, 24 September 2026 - 22:44 WIB

Ratusan Petani Duduki Pendopo Aceh Timur, Tuntut Bupati Tuntaskan Sengketa HGU

Berita Terbaru