Pengurukan Empang di Sawah Luhur Kota Serang Diprotes Warga

REDAKSI 1

- Redaksi

Senin, 19 Mei 2025 - 21:32 WIB

5095 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Sawah Luhur saat melancarkan aksi memprotes pengurukan empang di wilayahnya. (TLii/Heru)

Warga Sawah Luhur saat melancarkan aksi memprotes pengurukan empang di wilayahnya. (TLii/Heru)

TLii >> Kota Serang – Puluhan warga Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang menggelar aksi unjuk rasa menolak aktivitas proyek pengurukan empang yang berlokasi tepat di depan Puskesmas Sawah Luhur pada Senin (19/5/2025).

Warga menilai keberadaan truk-truk kontainer yang hilir mudik dalam proyek tersebut mengganggu kenyamanan dan aktivitas masyarakat.

Umi, salah seorang peserta aksi mengungkapkan kekhawatirannya terkait proyek yang disinyalir belum mengantongi izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan dokumen legal lainnya tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Silakan saja proyek berjalan, asal sesuai aturan. Jangan sampai masyarakat hanya menerima dampaknya saja. Kami tidak menutup proyek ini, karena kami bukan preman. Kami hanya ingin didengar karena kami punya adab di sini,” ujar Umi.

Ia menambahkan bahwa warga mendukung pembangunan, asalkan pihak pengelola proyek juga memperhatikan keselamatan dan kenyamanan warga sekitar. Menurutnya, perlu ada kesepakatan bersama sebelum proyek dilanjutkan.

Senada dengan Ikbal, warga lainnya yang menyayangkan tidak adanya sosialisasi terkait proyek tersebut kepada masyarakat. Ia mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan apapun sebelum proyek dimulai.

“Pengurukan ini sudah berjalan hampir dua minggu tanpa ada pemberitahuan. Saya tanya ke pihak kelurahan juga tidak tahu menahu. Harusnya ada satgas yang turun ke sini,” ucapnya.

Ikbal menambahkan bahwa debu dari kendaraan proyek menyebabkan beberapa usaha warga di pinggir jalan terpaksa tutup. Aktivitas sekolah anak-anak dan pelayanan di Puskesmas juga ikut terganggu akibat bising dan lalu lalang truk kontainer yang beroperasi hampir 24 jam tanpa henti.

“Ini lingkungan tempat tinggal, banyak anak kecil juga. Tolong perhatikan keselamatan kerja (K3) dan adakan sosialisasi. Jangan asal main uruk saja,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah dan pihak pengelola proyek segera merespons keluhan mereka dan mengambil langkah konkret untuk meminimalisir dampak terhadap lingkungan sekitar.

Berita Terkait

AKBP Tendri Wardi Resmi Jabat Kapolres Pidie Jaya, Gantikan AKBP Ahmad Faisal Pasaribu
*Sat Samapta Polres Pidie Jaya Gelar Patroli Perintis Presisi, Ciptakan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif*
Dukung Penguatan Tata Kelola, Rutan Tanjung Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Kemenimipas
Rutan Kelas IIB Tanjung Raih Apresiasi Kanwil Ditjenpas Kalsel atas Kinerja Pemutakhiran Data
Tanamkan Nilai Integritas: Karutan Labuhan Deli Beri Pembekalan ke Generasi Penerus Pemasyarakatan
Wali Kota Langsa Nobar Piala Dunia Inggris vs Argentina Bersama Masyarakat di Videotron 
Dukung Transformasi, Lapas Tebing Tinggi Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Secara Virtual
Rutan Tanjung Pura Serahkan Alat Kebersihan kepada 26 Warga Binaan Tamping untuk Wujudkan Lingkungan Bersih

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Quiet Quitting: Malas Bekerja atau Bentuk Kesadaran akan Work-Life Balance?

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:41 WIB

Lulus Kuliah, Lalu Menganggur: Apakah Jurusan yang Dipilih Masih Relavan dengan Dunia Kerja?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:52 WIB

Hubungan Parasosial di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:43 WIB

Penghapusan Kewajiban Skripsi: Apakah Sebuah Kemajuan?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:22 WIB

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:14 WIB

DAMPAK SMARTPHONE TERHADAP FOKUS BELAJAR MAHASISWA

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:05 WIB

Dua Sisi Mata Uang Media Sosial: Lebih Bermanfaat atau Berbahaya?

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:56 WIB

Pernikahan Dini Langgar Hak Anak

Berita Terbaru