TIMELINES iNEWS | Investigasi – Aceh Besar Proses penilaian lomba Taman Gizi bagi enam Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, resmi berakhir pada awal September 2025. Hasil penilaian dijadwalkan akan diumumkan pada November 2025, bertepatan dengan penyelenggaraan “Ingin Jaya Festival 2”.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Nasional, sejalan dengan salah satu Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam hal pemberdayaan masyarakat desa melalui sektor pertanian. Hal ini disampaikan oleh Koordinator BPP Ingin Jaya, Vina Susiana, saat ditemui di sela-sela kegiatan.-
Tim Penilai & Mekanisme Penilaian
Penilaian dilakukan oleh Tim Penilai Kecamatan Ingin Jaya yang dipimpin oleh Kasi PMG sekaligus Wakil Ketua TP-PKK Kecamatan, Kiki Armelia, SE, Ak, didampingi oleh Sekretaris TP-PKK Roslita, SE, serta sejumlah penyuluh pertanian dan pendamping lapangan dari Dinas Pertanian Aceh Besar.
Adapun enam KWT yang mengikuti lomba tingkat kecamatan ini adalah:
1. KWT Udep Beusaree – Gampong Cot Suruy
2. KWT Bina Keluarga – Gampong Bakoy
3. KWT Timoh Beusare – Gampong Ajee Pagar Air
4. KWT Seulanga – Gampong Leubok Batee
5. KWT TP-PKK Pokja 3 – Gampong Jr. Peujira
6. KWT Bijeh Beutomoh – Gampong Bineh Blang
Kriteria penilaian tidak hanya menitikberatkan pada hasil pertanian, tetapi juga menyentuh berbagai aspek lain seperti:
Administrasi Kegiatan: Kelengkapan dokumen dan pencatatan kelompok
Keragaman Tanaman: Sayuran, palawija, hingga tanaman obat
Kebersihan dan Kerapian: Tata letak kebun serta pemanfaatan pekarangan
Kreativitas dalam Pemanfaatan Barang Bekas sebagai media tanam
Kreativitas KWT Bijeh Beutomoh: Tanam dengan Barang Bekas
Penata Taman Gizi KWT Bijeh Beutomoh, Nida Fitria, ST, menjelaskan inovasi kelompoknya dalam memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai media tanam. Di antaranya adalah sabut kelapa, sekam padi, batok kelapa, hingga botol plastik bekas.

> “Sabut kelapa mengandung unsur hara kalium yang baik untuk pertumbuhan akar dan batang, serta membantu menjaga kelembapan tanah,” jelas Nida.
“Sekam padi juga kami gunakan sebagai mulsa alami—mampu menghambat pertumbuhan gulma, menjaga kelembapan, serta memperbaiki struktur tanah,” tambahnya.
Dukungan Mitra dan Harapan KWT
Kegiatan lomba ini mendapat dukungan dari Dinas Pangan Aceh Besar, melalui program pembinaan, pengabdian masyarakat, dan pendampingan teknis yang berkelanjutan.
Wakil Ketua TP-PKK, Kiki Armelia, SE, Ak, berharap bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan semangat anggota KWT untuk terus berinovasi dalam pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat gampong.
> “Hasil penilaian akhir akan diumumkan secara resmi pada bulan November 2025, bersamaan dengan pelaksanaan Ingin Jaya Festival 2,” ujarnya.
Panen Perdana, Hasil Jual Capai Rp4 Juta
Sementara itu,Ketua TP.PKK Bineh Blang Melalui Sekretarisnya, Vitaneliza, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa meski KWT Bijeh Beutomoh baru saja dibentuk, mereka telah berhasil menjual hasil panen perdana dari Taman Gizi senilai Rp4 juta.
> “Seluruh hasil panen kami jual ke warga sekitar. Meski ada permintaan dari pedagang grosir, kami tolak karena komitmen kami adalah memastikan kebutuhan warga lokal terpenuhi terlebih dahulu,” jelas Vitaneliza.
Ia juga menyampaikan harapan kepada Ibu TP-PKK Aceh Besar dan Ibu TP-PKK Provinsi Aceh,Marlina Muzakir, untuk mengunjungi KWT Bijeh Beutomoh dan lima KWT lainnya di Kecamatan Ingin Jaya sebagai bentuk dukungan moril dan motivasi.*[TU]



























