TLii | Lido, Jawa Barat – Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues, Fauzul Iman, S.T., M.Si., menerima penghargaan dalam Program Grand Design Alternative Development (GDAD) Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BNN RI, Irjen. Pol. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si., pada kegiatan Commander Wish di GOR Balai Besar Rehabilitasi BNN, Lido, Jawa Barat, Kamis (11/9/2025).
Program GDAD yang dijalankan BNNK Gayo Lues dinilai sukses mengganti tanaman narkotika, khususnya ganja, dengan komoditas kopi sebagai tanaman pengganti. Keberhasilan program ini menjadi salah satu capaian penting dalam upaya pemberantasan narkotika berbasis pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.
Dalam arahannya, Kepala BNN RI menegaskan pentingnya semangat soliditas di seluruh jajaran dalam melaksanakan tugas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
> “Kita harus memiliki semangat yang sama. Soliditas harus menjadi pedoman kita. Kita harus solid, harus kuat, dan jangan mudah rapuh. Kita harus tahan uji, tahan banting. Memang tidak mudah, tetapi pasti bisa,” tegas Irjen. Pol. Suyudi Ario Seto.
Selain soliditas, Kepala BNN RI juga menekankan dua nilai utama lain yang menjadi bagian dari tagline kepemimpinannya, yakni integritas dan sinergitas. Menurutnya, integritas harus tercermin dalam sikap, keputusan, dan tindakan setiap insan BNN. Sementara itu, sinergitas diperlukan agar seluruh lini organisasi dapat bergerak seirama, saling mendukung, dan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN RI juga memaparkan tiga misi utama yang menjadi prioritas strategis di bawah kepemimpinannya, yaitu:
1. Meningkatkan rasa aman melalui kebijakan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
2. Meningkatkan keterpulihan dengan memperkuat layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba.
3. Mendorong tata kelola kelembagaan yang responsif dan proaktif melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan serta transformasi digital.
Ketiga misi tersebut menjadi pijakan strategis BNN dalam mewujudkan visi besar Bersih Narkoba untuk SDM Unggul bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan strategi War on Drugs for Humanity, BNN menegaskan sikap tanpa kompromi terhadap bandar dan jaringan narkotika, namun tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan melalui rehabilitasi bagi penyalahguna dengan menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia.
(Kang Juna)



























