
TLii | ACEH | GAYO LUES – Dalam rangka mendukung program strategis nasional Swasembada Pangan Tahun 2025, Polres Gayo Lues melaksanakan kegiatan Penanaman Jagung Serentak bersama unsur Forkopimda di lahan milik Pondok Pesantren Darul Hijrah Almadaniyah, Desa Cinta Maju, Kecamatan Blangpegayon, Rabu (6/8/2025).
Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo, S.I.K., dengan turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan daerah dan tokoh masyarakat, antara lain:
- Mayor Inf Iswan (mewakili Dandim 0113/GL),
- Handri, S.H. (Kasi Intelijen Kejari Gayo Lues),
- Muhammad Nasri, S.H. (Sekretaris Mahkamah Syar’iyah),
- Abdul Hakim, M.P. (Plt Kadis Pertanian),
- drh. Ibnu Hafid (Kadis Pangan),
- Jumiadi (Kepala Bulog Gayo Lues),
- Sahrial, S.Hut. (Kepala KPH 5),
- Ust. Rodhi Hartono, S.H., S.Pd.I., M.Pd. (Wakil Pimpinan Ponpes),
- Sardedi Syahputra, S.Sos (Kepala MTsS Darul Hijrah),
- Personel Polres Gayo Lues,
- Aiptu Joko Ansari,SH Kapospampol Blangpegayon beserta Personel.
- Santri Ponpes Darul Hijrah Almadaniyah Gayo Lues,
- insan pers.

Rangkaian Kegiatan:
- Sambutan Kapolres Gayo Lues
- Sambutan Pimpinan Ponpes Darul Hijrah
- Penanaman Jagung Serentak
- Doa Bersama
- Foto Bersama
Dalam sambutannya, Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, S.I.K. menegaskan bahwa isu pangan merupakan isu strategis nasional yang memerlukan sinergi lintas sektor.
“Polri berkomitmen mendukung penuh upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Di Gayo Lues, kegiatan ini kita pusatkan di pesantren sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis keagamaan dan pendidikan,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar turut mengoptimalkan lahan tidur untuk ditanami komoditas pangan.
“Kita harapkan ini menjadi awal gerakan bersama. Mari kita manfaatkan lahan yang ada untuk menanam. Langkah kecil ini dapat berdampak besar bagi ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

Dukungan Pesantren dan Harapan Kemandirian Ekonomi
Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Darul Hijrah Almadaniyah, Ust. Rodhi Hartono, S.H., S.Pd.I., M.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut dan menyampaikan bahwa pihaknya siap menjadi bagian dari solusi krisis pangan dan ekonomi berbasis pesantren.
“Kami memiliki lahan seluas 4,5 hektar, 54 tenaga pengajar, dan 300 santri. Semoga penanaman jagung ini menjadi langkah awal menuju pesantren mandiri pangan dan mandiri ekonomi,” ujarnya.
Pada tahap awal, dilakukan penanaman jagung varietas Pioneer P32 di atas lahan seluas 1 hektar, dengan target panen dalam kurun waktu 5 bulan.
Acara turut diisi dengan penyerahan simbolis bibit jagung dari Kapolres Gayo Lues dan Plt. Kadis Pertanian kepada pihak pondok pesantren sebagai bentuk dukungan konkret terhadap keberlanjutan program ini.
Dukungan Forkopimda dan Lintas Sektor
Seluruh elemen yang hadir menyatakan komitmennya untuk terus mendorong program ketahanan pangan di Kabupaten Gayo Lues. Kolaborasi antara Polres, Forkopimda, instansi pertanian, pesantren, hingga unsur pendidikan menjadi wujud nyata gerakan bersama dalam mewujudkan Swasembada Pangan Nasional 2025.
Kegiatan ini juga sejalan dengan arahan nasional untuk menjadikan lembaga keagamaan, khususnya pondok pesantren, sebagai bagian dari ekosistem pertanian modern yang berdaya saing dan berkelanjutan. (Red)
































