Buaya sepanjang 3 meter yg gegerkan warga Kerabut

PUTRI RAHMAWATI

- Redaksi

Sabtu, 8 November 2025 - 12:51 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto dokumentasi sang penulis tentang Buaya sepanjang 3 meter yg gegerkan warga Kerabut)

TIMELINES INEWS

Oleh: Varellio Tryan Febrieno

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga digegerkan dengan penemuan bangkai Buaya sepanjang tiga meter di kelurahan Jerambah Gantung, Kecamatan Gabek, kota Pangkal Pinang pada Sabtu, 08 November 2025 pada pukul 10.35 WIB.

Terlihat pada lokasi di bawah jerambah gantung, warga dan pengguna jalan disekitar jembatan berwarna merah tersebut, beramai-ramai menonton bangkai reptil tersebut yang mulai membusuk.

Salah satu warga yang pertama kali menemukan kejadian tersebut menyebutkan bahwa awal mula dirinya menemukan buaya tersebut berawal saat diri nya tidak sengaja melihat hewan reptil itu menggeliat dan berputar-putar di dalam air karena tersangkut pancing. Diduga pancing sengaja di pasang pada daerah sungai jembatan gantung oleh seseorang tidak dikenal untuk menangkap buaya tersebut. Buaya tersebut kemudian di biarkan mati dan bangkai nya di seret ke daratan.

“ni kayak e sengaja mang orang masang pancing, ha tengok ni ade pancing pakai baja neh ha,” tukas salah satu warga yang ada di lokasi kejadian.

Warga berspekulasi bahwa buaya tersebut sengaja di jerat menggunakan pancing karena membahayakan warga yang beraktivitas di dekat sungai tersebut. Sebagian juga menyebutkan bahwa buaya tersebut di tangkap lantaran di sekitar jembatan gantung ini akan di jadikan destinasi wisata.

Saat ini bangkai buaya tersebut masih berada di bawah jembatan gantung, yang mana tidak di ketahui pasti tindakan yang akan di ambil oleh warga dan pemerintah desa Jerambah Gantung nantinya untuk menindaklanjuti kejadian pada hari ini.

Dari kejadian ini, kita diingatkan untuk selalu berhati-hati saat menjalankan aktivitas terutama pada daerah perairan seperti sungai, danau, dan muara yang menjadi tempat hewan-hewan berbahaya seperti buaya tinggal. Karena kita tidak tahu bahaya bisa saja mengintai dari arah manapun.

Berita Terkait

22 Santri Baru SMP Mumtas Koba “Boarding School” siap Menjadi Taruna Taruni Yang Membanggakan Orang Tua
Majelis Dikdasmen PNF PWM Babel Gelar Rakorwil 2026 di Bangka Tengah, Rumuskan Strategi Pendidikan Berkemajuan
‎Merajut Ukhuwah dan Implementasi Adaptif BEM Unmuh Babel Sukses Gelar Upgrading dan Makrab di Kelekak Desa Zed
BETASON BUKU SIAP MENGGUNCANG BANGKA BELITUNG
BETASON BUKU SIAP MENGGUNCANG BANGKA BELITUNG
Perkuat Karakter Generasi Muda, Bahar Buasan Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di ISB Atma Luhur
Menguatkan Pengabdian di Hari Bhayangkara ke-80, Bahar Buasan dan Polda Babel Hadirkan Bhakti Kesehatan untuk Masyarakat
STUDENT CELEBRATION DAY KARYA PRESTASI 2026: Wadah Kreativitas, Prestasi, dan Apresiasi Peserta Didik

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Quiet Quitting: Malas Bekerja atau Bentuk Kesadaran akan Work-Life Balance?

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:41 WIB

Lulus Kuliah, Lalu Menganggur: Apakah Jurusan yang Dipilih Masih Relavan dengan Dunia Kerja?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:52 WIB

Hubungan Parasosial di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:43 WIB

Penghapusan Kewajiban Skripsi: Apakah Sebuah Kemajuan?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:22 WIB

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:14 WIB

DAMPAK SMARTPHONE TERHADAP FOKUS BELAJAR MAHASISWA

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:05 WIB

Dua Sisi Mata Uang Media Sosial: Lebih Bermanfaat atau Berbahaya?

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:56 WIB

Pernikahan Dini Langgar Hak Anak

Berita Terbaru