Cintai Budaya Lokal, Lapas Padangsidimpuan Gelar Pelatihan “Onang-Onang” Bagi Warga Binaan

RULI SISWEMI

- Redaksi

Selasa, 11 November 2025 - 23:52 WIB

5089 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | SUMUT LAPAS KLS IIB PADANG SIDIMPUAN

11/11/2025

TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Padangsidimpuan Sebagai wujud komitmen dalam memupuk kecintaan terhadap warisan budaya dan memperkuat pembinaan warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Padangsidimpuan menggelar pelatihan seni tradisi “Onang‑Onang” bagi para warga binaan. Selasa (11/11/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini digelar dengan harapan agar seni budaya lokal yang selama ini menjadi bagian penting dalam adat dan kehidupan masyarakat Mandailing di Kota Padangsidimpuan semakin hidup dan menjadi bagian dari proses pembinaan yang bermakna.

Seni “Onang-Onang” merupakan nyanyian tradisional yang biasa dilakukan dalam upacara adat Mandailing, terutama dalam ritual pesta pernikahan atau tarian manortor. Dalam penelitian disebutkan bahwa syair Onang-Onang mengandung nilai-nilai kearifan lokal seperti kerja sama, harmoni sosial, nilai religius dan estetika.


Melalui pelatihan ini, Lapas Padangsidimpuan ingin menyentuh lebih dari sekadar keterampilan tetapi juga menguatkan identitas budaya dan mempersiapkan warga binaan sebagai individu yang tidak hanya kembali ke masyarakat dengan bekal ketrampilan, tetapi juga dengan jati diri yang lebih kokoh.

Pelatihan digelar di Aula Lapas dengan menghadirkan instruktur yang memahami tradisi Onang-Onang baik penyanyi, budayawan lokal ataupun tokoh masyarakat Mandailing. Warga binaan diajak belajar mulai dari pengenalan makna syair, pelafalan, teknik menyanyi, hingga bagaimana menyampaikan syair dalam suasana tarian atau upacara adat.

Dengan menggelar pelatihan Onang-Onang, Lapas Padangsidimpuan mengambil langkah strategis: menggabungkan pembinaan warga binaan dengan pelestarian budaya lokal. Ini adalah bentuk “Cintai Budaya Lokal” yang konkret: bukan hanya melalui pamflet atau acara seremonial, tetapi melalui aktivitas pembelajaran yang menyentuh identitas, kemampuan, dan masa depan warga binaan, Tandasnya.

#kemenimipas
#lapaspadangsidimpuan

(***)

Berita Terkait

Tanamkan Nilai Integritas: Karutan Labuhan Deli Beri Pembekalan ke Generasi Penerus Pemasyarakatan
Dukung Transformasi, Lapas Tebing Tinggi Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Secara Virtual
Rutan Tanjung Pura Serahkan Alat Kebersihan kepada 26 Warga Binaan Tamping untuk Wujudkan Lingkungan Bersih
Sidang TPP Integrasi Rutan Tanjung Pura Bahas Usulan Integrasi 10 Narapidana dan Tamping Luar Tembok
Komitmen Zero HALINAR, Lapas Narkotika Langkat Pastikan Perangkat Jammer Berfungsi Optimal
Dukung Reintegrasi Sosial, Rutan Labuhan Deli Buka Ruang Kolaborasi dengan Universitas Sari Mutiara Indonesia
Lapas Perempuan Kelas IIA Medan Ikuti Virtual Pelantikan Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
Bangun Pemimpin Tangguh, Pelindo Regional 1 Gelar Business Fundamental Session Batch I untuk GM

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Quiet Quitting: Malas Bekerja atau Bentuk Kesadaran akan Work-Life Balance?

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:41 WIB

Lulus Kuliah, Lalu Menganggur: Apakah Jurusan yang Dipilih Masih Relavan dengan Dunia Kerja?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:52 WIB

Hubungan Parasosial di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:43 WIB

Penghapusan Kewajiban Skripsi: Apakah Sebuah Kemajuan?

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:22 WIB

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:14 WIB

DAMPAK SMARTPHONE TERHADAP FOKUS BELAJAR MAHASISWA

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:05 WIB

Dua Sisi Mata Uang Media Sosial: Lebih Bermanfaat atau Berbahaya?

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:56 WIB

Pernikahan Dini Langgar Hak Anak

Berita Terbaru