TLii [] Pidie Jaya, Aceh – Di tengah kepungan lumpur dan air yang belum sepenuhnya surut, harapan itu datang dari halaman Kantor Dinas Sosial Pidie Jaya. Senin (1/12), Bupati Pidie Jaya H. Syibral Malasyi turun langsung meninjau Dapur Umum Kemensos, tempat yang kini menjadi tumpuan ribuan warga untuk mendapatkan makanan hangat setelah banjir memporak-porandakan kehidupan mereka.
Dengan wajah tampak prihatin, Bupati menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kemensos dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), yang telah mengirimkan personel Tagana nya memback up Tagana Pidie Jaya mendirikan dapur umum ini.
“Di saat masyarakat kita menderita, bantuan ini hadir tepat waktu. Terima kasih kepada Kemensos dan Pak Gubernur Jawa Barat. Tagana telah menjadi kekuatan baru bagi warga kita yang sedang berjuang bangkit,” ujar Bupati di tengah aktivitas para relawan yang sibuk menanak nasi dan menyiapkan ransum.
Di antara antrean pengungsi, Bang Arjuna, warga yang kini menempati Gedung Taher Foundation, mengusap wajah lelahnya sambil menuturkan kisah.
“Kami tak bisa memasak lagi, rumah dan dapur kami hancur diseret banjir. Dapur umum ini seperti penyelamat bagi kami,” ujarnya lirih kepada TimelinesiNews, sembari menunggu jatah nasi siang.
Sementara itu, Santana, atau akrab disapa Kang Sana, Ketua Tagana Provinsi Jawa Barat sekaligus koordinator dapur umum lapangan, memastikan bahwa timnya akan terus berada di garis depan pelayanan.
“Kami datang bukan sekadar bertugas. Kami datang untuk saudara kami. Selama dibutuhkan, Tim Tagana baik yang dari Jabar maupun teman teman di Pidie Jaya akan terus memasak dan melayani masyarakat Pidie Jaya,” ungkapnya tegas.
Di tengah duka yang belum reda, keberadaan dapur umum ini menjadi simbol bahwa gotong royong dan kepedulian masih menyala kuat. Di sini, panasnya tungku tak hanya menghangatkan lauk—tetapi juga menguatkan harapan warga yang sedang berusaha bangkit dari bencana.(JN)

































