TLii >> PIDIE JAYA, ACEH – Di tengah kepungan lumpur dan puing sisa amukan banjir yang merenggut ketenangan warga Pidie Jaya, secercah harapan datang berwujud tenda merah yang mengepulkan aroma kehidupan.
Kementerian Sosial (Kemensos) RI tak membiarkan penderitaan ini berlarut. Dengan perintah cepat, 25 Task Force Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Jawa Barat diterbangkan melintasi pulau, menjalankan misi kemanusiaan: menghidupkan Dapur Umum Lapangan.
Personel elite Tagana ini langsung tancap gas. Lokasi yang sunyi di Komplek Perkantoran Cot Trieng, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, kini berubah menjadi markas darurat kemanusiaan. Di bawah tenda merah putih yang menjadi simbol perjuangan, tak ada kata lelah. Mereka berjibaku dengan bumbu dan bahan makanan, menyiapkan konsumsi massal untuk ribuan jiwa yang rumahnya terendam duka.
Kang Adoxz Hermawan, Ketua Tim dari Kemensos RI, dengan mata penuh tekad, menegaskan misi besar mereka.
“Kami hadir sebagai perpanjangan tangan negara. 25 personel dari Jawa Barat ini adalah pasukan backup yang ditugaskan untuk menguatkan Tagana Aceh dan Pidie Jaya. Ini bukan sekadar memasak, ini adalah upaya memastikan tidak ada satu pun warga terdampak yang harus kelaparan,” tegasnya,
didampingi Yanyan Rahmat, Aks., M.Si., dari Dinas Sosial Aceh. Angka yang disiapkan sungguh mencengangkan, sebuah bukti nyata dari dedikasi tanpa batas.
Setiap harinya, Dapur Umum ini memproduksi minimal 6.000 porsi nasi bungkus untuk setiap waktu makan.
“Bahkan, angka ini bisa terus bertambah, menyesuaikan jeritan kebutuhan dari data Bapak-Bapak Geusyik di lapangan. Kami siaga 24 jam,” lanjut Kang Adoxz.
Kehadiran Dapur Umum ini adalah oase di tengah gurun kelelahan.
Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, S.T., M.M., tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Saat di temui oleh wartawan TimelinesiNews di Ruang Utama Posko Bencana Banjir di gedung Mtq komplek perkantoran Bupati setempat, pada hari Senin (1/12).
“Ini adalah pertolongan yang datang di saat paling genting! Kami sangat mengapresiasi kesigapan Kemensos. Personel Tagana ini adalah pahlawan bagi masyarakat kami,” ujarnya. “Saat ini, warga kami sedang berjuang membersihkan sisa-sisa bencana. Mereka butuh energi, butuh asupan. Dapur Umum ini telah mengambil beban terberat dari pundak kami. Mereka memasak kehidupan kembali bagi Pidie Jaya!”
Di tengah hiruk pikuk perjuangan pemulihan, aroma masakan dari tenda merah itu adalah janji, bahwa solidaritas Indonesia Raya akan selalu menyertai setiap tetes air mata warga yang terdampak bencana. (JN)


































