PKS Aceh Operasikan 15 Posko, Salurkan Bantuan untuk 16 Ribu Lebih Korban Bencana
TIMELINES iNEWS INVESTIGASI | BANDA ACEH —
DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh terus menunjukkan peran aktif dalam penanganan bencana alam di berbagai wilayah Aceh. Sejak 26 November 2025, PKS Aceh telah mengoperasikan 15 posko kemanusiaan yang tersebar di sejumlah daerah terdampak, dengan cakupan bantuan menjangkau lebih dari 16.000 warga.
Operasi kemanusiaan ini didukung oleh 185 relawan aktif serta kas awal sebesar Rp510 juta, yang difokuskan untuk kebutuhan darurat masyarakat, mulai dari logistik, layanan kesehatan, hingga evakuasi korban.
Posko-posko tersebut ditempatkan secara strategis di kantor DPD PKS, rumah pengurus, hingga titik transportasi vital. Salah satu posko utama berada di LANUD Sultan Iskandar Muda (SIM) yang difungsikan sebagai jalur distribusi udara untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat. Sementara itu, Banda Aceh ditetapkan sebagai pusat komando logistik, dan Subulussalam menjadi sentra distribusi lintas kabupaten.
Selama dua pekan operasi, relawan PKS Aceh menjalankan berbagai misi kemanusiaan, termasuk dapur umum, evakuasi warga terdampak, layanan kesehatan lapangan, serta distribusi logistik dalam skala besar. Sejumlah daerah menerima bantuan signifikan, di antaranya Aceh Tenggara yang memperoleh hingga 10 ton logistik, serta Lhokseumawe dengan distribusi 1.200 paket makanan setiap hari.
Ketua DPW PKS Aceh, Ustaz Ismunandar, ST, menegaskan bahwa seluruh gerak kemanusiaan PKS Aceh merupakan bentuk tanggung jawab moral dan sosial kepada masyarakat.
> “PKS Aceh bergerak bukan sekadar membawa bantuan, tetapi membawa amanah kemanusiaan. Kami hadir untuk memastikan masyarakat terdampak tidak merasa sendirian dalam menghadapi bencana,” tegas Ismunandar.
Ia juga mengakui bahwa hingga saat ini masih terdapat sejumlah wilayah yang berada dalam kondisi darurat logistik, terutama Aceh Tengah, Aceh Selatan, dan Aceh Timur. Untuk itu, PKS Aceh telah mempercepat pengiriman bantuan dan menyiapkan buffer stock minimal tujuh hari di setiap posko.
> “Kami tidak menutup mata terhadap keterbatasan yang ada. Justru itu menjadi pemacu bagi kami untuk bekerja lebih cepat, lebih terkoordinasi, dan lebih tepat sasaran. Operasi kemanusiaan ini akan terus kami lanjutkan sampai kondisi benar-benar stabil,” ujarnya.
PKS Aceh menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat, dan elemen masyarakat lainnya demi memastikan seluruh korban bencana mendapatkan bantuan yang layak dan berkelanjutan.
Sumber:
Satgas Verifikasi & Audit Logistik
DPW PKS Aceh


































