Meugang dan Ziarah: Mengikat Silaturahmi Hingga ke Alam Kubur

REDAKSI

- Redaksi

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:55 WIB

50198 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meugang dan Ziarah: Mengikat Silaturahmi Hingga ke Alam Kubur

Oleh: Ripi Hamdani, S.Ag., M.Ag (Simpul Pemuda Kampung Atu Kapur, Kec. Pantan Cuaca)

Dalam masyarakat muslim, khususnya di wilayah Gayo Lues, hari Meugang bukan sekadar momentum menyambut datangnya bulan suci Ramadan, tetapi juga menjadi ruang ekspresi nilai spiritual dan sosial yang sangat kuat. Salah satu kebiasaan yang telah mengakar adalah melakukan ziarah kubur ke makam orang tua, keluarga, dan leluhur sebagai bentuk penghormatan dan doa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meugang sendiri merupakan tradisi khas masyarakat Aceh yang dilaksanakan menjelang Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha. Pada hari tersebut, masyarakat biasanya menyembelih hewan dan memasak daging untuk dinikmati bersama keluarga.

Namun di balik tradisi berbagi dan kebersamaan itu, terdapat dimensi spiritual yang mendalam, yakni mengingat kematian dan mendoakan para pendahulu.

Pada hari Meugang, masyarakat akan menuju perkuburan. Mereka akan membersihkan area kubur, mencabut rumput liar, merapikan batu nisan, serta menyiramnya dengan air disertai bacaan-bacaan tertentu sebagaj bantuan do’a untuk ahli kubur. Setelah itu, mereka duduk dengan khusyuk membaca doa, istighfar, dan ayat-ayat Al-Qur’an. Surah yang paling umum dibaca adalah Surah Yasin, disertai doa agar Allah mengampuni dosa-dosa ahli kubur, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Kegiatan ini mencerminkan kuatnya nilai silaturahmi lintas generasi dalam budaya Gayo. Hubungan kekeluargaan tidak terputus oleh kematian, tetapi tetap terjalin melalui doa. Ziarah kubur pada hari Meugang juga menjadi media pendidikan bagi anak-anak untuk mengenal leluhur mereka, memahami hakikat kehidupan, dan menyadari bahwa hidup di dunia bersifat sementara.

Dari perspektif keislaman, ziarah kubur memiliki dasar yang kuat dalam hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Bahwa Rasulullah pernah melarang ziarah kubur pada awal Islam, kemudian membolehkannya karena mengandung pelajaran dan mengingatkan pada akhirat.

Dalam konteks masyarakat Gayo, praktik ini tidak sekadar ritual budaya, tetapi menyatu dengan nilai religius yang bertujuan mendoakan dan mengharap rahmat Allah bagi yang telah wafat.

Dengan demikian, kebiasaan ziarah kubur pada hari Meugang di masyarakat Gayo bukan hanya tradisi turun-temurun, tetapi juga wujud penghormatan, refleksi spiritual, serta penguatan ikatan keluarga dan keagamaan. Ia menjadi simbol bahwa dalam menyambut hari besar Islam, masyarakat tidak hanya mempersiapkan diri secara lahiriah melalui jamuan dan kebersamaan, tetapi juga secara batiniah dengan doa dan pengingat akan kehidupan akhirat.

Berita Terkait

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar
Pemerintah Aceh Salurkan Buffer Stock Penanggulangan Bencana, Tiga Daerah Terima Bantuan Rp5,38 Miliar
Pulang Kampung, Kombes Carlie Syahputra Ditunjuk Jadi Kabidpropam Polda Aceh
Peserta PKPPM Gelombang II IAIN Takengon Disambut Hangat Masyarakat Kampung Pantan Nangka
3 BHAYANGKARA BERPRESTASI DI PIDIE JAYA DAPAT PENGHARGAAN, KAPOLRES: TERUS BERIKAN YANG TERBAIK
Berkas P-21, Dua Tersangka Narkotika Pidie Jaya Dilimpahkan ke Kejaksaan
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Baitul Mal Aceh Gandeng Rumah Zakat Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Usaha

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:04 WIB

Zero Narkoba”, Lapas Perempuan Pekanbaru Pastikan Pegawai dan WBP Bersih Lewat Tes Urine

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Prestasi WBP”, Lapas Perempuan Pekanbaru Tutup PORSENAP dengan Pembagian Hadiah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Dukung Program Akselerasi, Lapas Perempuan Pekanbaru Bekali WBP Keterampilan Pertanian

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Maulid Nabi di Lapas Perempuan Pekanbaru: Momentum Perbaiki Diri dan Perkuat Iman WBP

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Panen Hasil Kerja Keras, Warga Binaan Lapas Perempuan Pekanbaru Buktikan Semangat Kemandirian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Rumah Gizi Lapas Perempuan Pekanbaru Jadi Ruang Edukasi dan Perlindungan Anak Warga Binaan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:28 WIB

Melalui Panen Kangkung, Lapas Perempuan Pekanbaru Bekali WBP Keterampilan dan Kemandirian

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Lapas Perempuan Pekanbaru Rutin Periksa Kesehatan Warga Binaan

Berita Terbaru

BMA Sebut Muzaki Terbesar di Aceh

ACEH

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar

Rabu, 2 Sep 2026 - 00:58 WIB