Air Mata Tuhan    Tumpah Semai Titah          Lailatul Qadar Cak Haba – Penyair Sufistik

REDAKSI

- Redaksi

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:14 WIB

50114 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Air Mata Tuhan
Tumpah Semai Titah
Lailatul Qadar
Cak Haba – Penyair Sufistik*

Prolog :
Socrates. Aristoteles, Kant , Plato, Rumi, Al Ghazali, Rabiah Adawiyah dan cak Haba , Keh Idris, Keh Jaka, Ko Mansur, Keh Abd Jalal, sibuk membendung derai air mata Tuhan semalam tumpah sederas bah basahi bumi.

Dengan bongkahan batu gunung semiru hingga pohon pohon besar ikut menggerus tebing pedesaan tak henti henti.
Berdendang ikuti dentum tetabuhan bedug malam itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hewan dan binatang besar bergelimpangan dihanyut bah air mata Tuhan. Juga hewan kecil ; kecoak, tikus Jangkrik, tokek , cicak kalajengking , kadal ikut berenang menikmati aliran bah air mata Tuhan genangi perkampungan Serngingi.

Semua itu dapat diartikan sebagai metafora untuk hujan atau air mata sebagai rahmat Tuhan yang membawa kehidupan dan kesuburan bagi bumi dan penghuninya.

Dalam banyak agama dan budaya, hujan dan air mata Tuhan  sering dianggap sebagai simbol rahmat dan kasih sayang Tuhan. Hujan dapat membawa kehidupan bagi tanaman, mengisi sumber air, dan memberikan kesegaran bagi lingkungan.

Dalam konteks spiritual, “Air mata Tuhan” dapat diartikan sebagai simbol kasih sayang dan rahmat Tuhan yang selalu ada dan memberikan kehidupan bagi makhluknya. Konsep ini dapat menginspirasi kita untuk mensyukuri dan menghargai rahmat Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Semisal, Socrates adalah seorang filsuf Yunani kuno yang terkenal dengan metode dialektikanya dan tidak meninggalkan tulisan-tulisan filosofis. Namun, pemikirannya banyak direkam oleh murid-muridnya, seperti Plato dan Xenophon.

Keyakinan Socrates bahwa refleksi dan pertanyaan kritis tentang kehidupan dan pengetahuan adalah penting untuk mencapai kebijaksanaan dan hidup yang bermakna.

Sebagai bahan referensi nyata, Socrates juga dikenal dengan konsep “Tahu bahwa aku tidak tahu apa-apa” yang mencerminkan kesadaran akan keterbatasan pengetahuan manusia dan pentingnya terus mencari kebijaksanaan.

Salah satu kutipan yang sering dikaitkan dengan Socrates adalah:
“Hidup yang tidak dipertanyakan tidaklah layak dijalani.”

Beda Socrates beda Pulau dengan Immanuel kant. Ia merupakan sosok filsuf Jerman yang lahir pada tahun 1724 dan meninggal pada tahun 1804. Ia dikenal sebagai salah satu filsuf terbesar dalam sejarah filsafat Barat.

Kant mengembangkan teori filsafat yang mencakup berbagai bidang, termasuk:

1. Epistemologi.
Kant mengembangkan
teori pengetahuan yang
membedakan antara
“noumenon” (sesuatu
yang ada dalam dirinya
sendiri) dan
“fenomenon” (sesuatu
yang muncul dalam
pengalaman kita).
2. Etika.
Kant mengembangkan
teori etika yang berbasis
pada “imperatif
kategoris”, yaitu prinsip
moral yang harus diikuti
tanpa syarat.
3. Metafisika.
Kant mengembangkan
kritik terhadap metafisika
tradisional dan
memperkenalkan konsep
“kritik” dalam filsafat.

Kant dikenal karena karya-
karyanya yang berpengaruh, seperti:

a. “Kritik der reinen
Vernunft” (Kritik atas Akal
Budi Murni).
b. “Grundlegung zur
Metaphysik der
Sitten” (Dasar Metafisika
Moral).

Pemikiran Kant memiliki pengaruh besar dalam sejarah filsafat dan terus dipelajari dan dibahas hingga saat ini.

* Cak haba=Hasan Basrie
Alcaff – Penyair Sufistik.
Dalam arahan intim Kahlil
Gibran.
Cp.0852.1940.0661

   Tak

Berita Terkait

Target 2027: Bapas Palangka Raya Siapkan Diri Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani
Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi Optimalkan Lahan Asimilasi untuk Pembinaan Keterampilan dan Ketahanan Pangan
Rafi Aroskari Ukir Emas untuk Aceh di Kejurnas Pelajar Jatim 2026
PT Pelindo Regional 1 Dukung Car Free Day di Belawan, Dorong Lingkungan Sehat dan Penguatan UMKM
Edukasi Humanis, Satlantas Polres Pelabuhan Belawan Ingatkan Pengemudi Ojek Pakai Helm SNI & Lengkapi Surat
Bank Aceh Syariah Raih KEJAR Award OJK 2026 pada Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan
Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Tingkatkan Keamanan melalui Kontrol Blok Hunian Warga Binaan
Ciptakan Lingkungan Kerja Kolaboratif, PT PPK Rayakan HUT ke-81 RI dengan Sportivitas

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 00:58 WIB

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar

Selasa, 1 September 2026 - 23:33 WIB

Pemerintah Aceh Salurkan Buffer Stock Penanggulangan Bencana, Tiga Daerah Terima Bantuan Rp5,38 Miliar

Selasa, 1 September 2026 - 13:52 WIB

Peserta PKPPM Gelombang II IAIN Takengon Disambut Hangat Masyarakat Kampung Pantan Nangka

Selasa, 1 September 2026 - 10:20 WIB

3 BHAYANGKARA BERPRESTASI DI PIDIE JAYA DAPAT PENGHARGAAN, KAPOLRES: TERUS BERIKAN YANG TERBAIK

Selasa, 1 September 2026 - 09:37 WIB

Berkas P-21, Dua Tersangka Narkotika Pidie Jaya Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:20 WIB

7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Baitul Mal Aceh Gandeng Rumah Zakat Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Usaha

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Bantah Isu TV Donasi Bencana, Mantan Kalapas Blangkejeren Layangkan Hak Jawab dan Somasi ke Habaraya News

Berita Terbaru

BMA Sebut Muzaki Terbesar di Aceh

ACEH

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar

Rabu, 2 Sep 2026 - 00:58 WIB