TLii | SUMUT | LAPAS KLS 1 MEDAN
06/03/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Medan, 4 Maret 2026 Suasana penuh haru dan kebersamaan mewarnai Masjid At-Taubah di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan saat digelar kegiatan buka puasa bersama warga binaan dan keluarga, yang dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama pembinaan tahfizh bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Sumatera Utara, Rabu (4/3).

Kegiatan yang berlangsung pada momen Ramadan 1447 Hijriah ini menjadi bukti bahwa jeruji besi bukanlah penghalang bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas spiritual. Para warga binaan tampak bahagia dapat berkumpul bersama anak, istri, dan orang tua mereka untuk berbuka puasa bersama di dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, dalam sambutannya menegaskan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak semata-mata berfungsi sebagai tempat menjalani hukuman, melainkan sebagai wadah pembinaan yang berkelanjutan.
“Pembinaan di lembaga pemasyarakatan bukan sekadar menghukum. Kami terus memperkuat pembinaan, khususnya dalam bidang keagamaan dan sosial, agar warga binaan memiliki bekal saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Lapas Kelas I Medan dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Sumatera Utara (LPTQ Sumut). Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan serta mencetak warga binaan yang berprestasi dalam bidang tilawah dan tahfizh Al-Qur’an.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno, yang turut hadir dan membuka kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas inisiatif pembinaan tahfizh yang digagas oleh jajaran Lapas Kelas I Medan.
Menurutnya, program ini menjadi bagian penting dari proses pemasyarakatan yang menekankan perubahan perilaku dan pembentukan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan.
“Kami yang berdiri di depan ini belum tentu lebih mulia di mata Allah dibandingkan saudara-saudara sekalian. Semoga di tempat ini, proses pertobatan dan pembinaan menjadikan kita lebih khusyuk dalam beribadah,” ungkap Yudi, Ujarnya
Melalui kegiatan ini, diharapkan pembinaan keagamaan di Lapas Kelas I Medan semakin optimal dan mampu membentuk warga binaan yang religius, berakhlak baik, serta siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bermanfaat, Ungkapnya.
(***)

































