PB PII Desak Kapolri Copot Kapolres Halmahera Utara Usai Bentrokan Pawai Obor

RAMAZANI

- Redaksi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:05 WIB

50251 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii|Aceh|Jakarta — Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolres Halmahera Utara menyusul bentrokan dalam pawai obor dan takbiran keliling di Tobelo, Maluku Utara, pada Jumat malam, 20 Maret 2026.

 

PB PII menilai insiden tersebut mencerminkan lemahnya pengamanan aparat kepolisian dalam mengantisipasi potensi gangguan pada kegiatan keagamaan yang melibatkan massa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ketua PB PII Bidang PMP Risko Hardi, mengatakan kepolisian seharusnya mampu memastikan jalannya pawai berlangsung aman, terlebih kegiatan itu telah diketahui dan dilepas secara resmi oleh pemerintah kabupaten Halmahera Utara.

 

“Peristiwa ini bukan hanya soal gangguan keamanan biasa, tetapi juga telah menyakiti umat Islam yang sedang menjalankan syiar keagamaan,” kata Risko dalam keterangannya, Sabtu, 21 Maret 2026.

 

Menurut dia, tindakan penghadangan oleh oknum serta munculnya kelompok yang diduga membawa senjata tajam dalam insiden tersebut.

 

“Peristiwa ini menunjukkan adanya kelalaian serius dalam pengamanan. Kapolres Halmahera Utara harus bertanggung jawab,” ujarnya.

 

Risko menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan tindakan oknum dan tidak boleh digeneralisasi. Ia menghimbau masyarakat untuk tetap menahan diri dan tidak terprovokasi oleh situasi yang dapat memperkeruh keadaan.

 

“Kami menilai ini murni tindakan oknum. Karena itu, masyarakat harus menahan diri, tidak terprovokasi, dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum,” ujarnya.

 

PB PII mendesak Kapolri segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Polres Halmahera Utara sebab kejadian yang serupa pernah terjadi di wilayah tersebut, termasuk mencopot Kapolres Halmahera Utara sebagai bentuk pertanggungjawaban.

 

Selain itu, PB PII meminta kepolisian mengusut tuntas pelaku penyerangan serta memastikan proses hukum berjalan transparan dan kepastian hukum tanpa terkecuali.

 

“Kapolri harus segera mengambil langkah tegas. Pencopotan Kapolres Halmahera Utara adalah bentuk tanggung jawab institusional sekaligus upaya memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” tegas Risko.

Berita Terkait

Sidang TPP Kanwil Ditjenpas Kalteng Sepakati Pemindahan 40 WBP ke Lapas Palangka Raya
Peduli Kesehatan, Lapas Perempuan Pekanbaru Siagakan Masker di Tengah Kabut Asap Karhutla
Lapas Perempuan Pekanbaru Gelar Sidang TPP untuk Usulkan Program Integrasi Warga Binaan
Peduli Kesehatan Jajaran, Rutan Kelas IIB Tanjung Bagikan Vitamin untuk Cegah Dampak Asap Karhutla
Dukung Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemandirian WBP, Laperdan Panen 30 Kg Ikan Lele
Tindaklanjuti Temuan BPK, Bapas Kelas I Palangka Raya Komitmen Tertibkan Pengelolaan BMN
Lapas Kelas IIB Singkawang Peduli, Bagikan Masker dan Vitamin untuk Dukung Tugas Petugas
Rutan kls I Labuhan Deli Perkuat Sinergi dan Koordinasi dengan Cabjari Deli Serdang

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 07:18 WIB

Muhammad Syuhada Sambut Kapolres Baru Aceh Timur, Dorong Sinergi Polri dan DPRK Semakin Kuat

Kamis, 10 September 2026 - 21:58 WIB

Aliansi Wartawan Aceh Independen Ucapkan Terima Kasih ke Kapolres Lama, Selamat Datang Kapolres Baru Aceh Timur

Kamis, 10 September 2026 - 12:30 WIB

Lautan Manusia Tumpah di Landing, Tgk Habibi Bongkar Jejak Besar 800 Tahun Samudera Pasai

Rabu, 9 September 2026 - 22:13 WIB

PPPK Kota Lhokseumawe Adukan Gaji Belum Dibayar sejak Juni, Haji Uma Langsung Hubungi Wali Kota

Rabu, 9 September 2026 - 20:37 WIB

Milad 800 Tahun Aceh Utara, Malam Peringatan Jadi Panggung Sejarah dan Semangat Bangkit

Rabu, 9 September 2026 - 20:30 WIB

Ek Geunteut Meriahkan Milad 800 Samudera Pasai, Pelajar Unjuk Ketangkasan

Rabu, 9 September 2026 - 14:05 WIB

Delapan Abad Samudera Pasai, Aceh Utara Tak Ingin Sejarah Tinggal Cerita

Senin, 7 September 2026 - 16:05 WIB

Timphan Teutheut Banda Baro Curi Perhatian di Stan DPRK, Warisan Rasa Aceh Utara Tampil di Milad 800 Samudera Pasai

Berita Terbaru