
KUTACANE — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan halal bihalal yang digelar Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry, SE, MM, di Pendopo Bupati Aceh Tenggara.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Halal bihalal tersebut dihadiri oleh Kapolres Aceh Tenggara, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, pimpinan DPRK, tokoh masyarakat, serta ulama.
Acara berlangsung selama tiga hari, mulai Senin, 4 Mei 2026 hingga Rabu, 6 Mei 2026 sebagai penutupan, dan terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin bersilaturahmi langsung dengan pimpinan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati H.M. Salim Fakhry menegaskan bahwa Pendopo Bupati merupakan rumah bagi seluruh masyarakat Aceh Tenggara.
“Pendopo ini adalah rumah rakyat. Siapa pun yang ingin datang untuk bersilaturahmi atau halal bihalal, pintu selalu terbuka. Ini adalah tradisi kita yang harus terus kita jaga,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa tradisi halal bihalal di Aceh Tenggara memiliki nilai kebersamaan yang kuat, sekaligus menjadi sarana untuk saling memaafkan dan memperkuat persaudaraan.
“Melalui momen ini, kita saling memaafkan, mempererat ukhuwah, serta memperkuat kebersamaan dalam membangun Aceh Tenggara ke arah yang lebih baik,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Warga dari berbagai kecamatan memadati Pendopo untuk bersilaturahmi, berjabat tangan, dan bertukar salam dengan pimpinan daerah.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, sekaligus menjaga nilai-nilai tradisi yang menjadi ciri khas Kabupaten Aceh Tenggara.



























