TLii | BAPAS KLS I PALANGKA RAYA
15/04/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Bali Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palangka Raya, Theo Adrianus, menghadiri 7th World Congress on Probation and Parole yang diselenggarakan pada 14–17 April 2026 di Bali International Convention Center, Selasa (14/4/2026).

Kongres internasional yang digelar setiap dua tahun sekali ini mengangkat tema besar mengenai peran Balai Pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem keadilan yang cerdas, pemulihan bagi individu, serta menciptakan masyarakat yang aman.

Kegiatan ini pertama kali diinisiasi oleh Confederation of European Probation dan menjadi forum strategis yang mempertemukan para pembuat kebijakan, praktisi, akademisi, serta pemangku kepentingan pemasyarakatan dari berbagai negara.

Pada hari pertama, rangkaian kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta yang kemudian dilanjutkan dengan seremoni pembukaan di Nusantara Ballroom. Acara pembukaan berlangsung meriah dengan menampilkan kekayaan budaya lokal melalui Tari Bali yang menggambarkan kekayaan tradisi dan kearifan budaya Indonesia.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, serta keynote speech dari Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra.
Kepala Bapas Palangka Raya, Theo Adrianus, menyampaikan bahwa partisipasi dalam forum internasional ini menjadi momentum penting bagi jajaran pemasyarakatan untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan praktik-praktik terbaik di tingkat global.
“Keikutsertaan Bapas Palangka Raya dalam WCPP 2026 merupakan langkah strategis untuk memperluas wawasan serta memperkuat kapasitas dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Forum ini menjadi ruang pembelajaran dari berbagai negara terkait pendekatan yang lebih humanis, berbasis pemulihan, serta berorientasi pada reintegrasi sosial,” ungkap Theo.
Ia menambahkan bahwa hasil dari kongres ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan di daerah, khususnya di lingkungan Bapas Palangka Raya.
“Diharapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diimplementasikan guna mendorong pelayanan yang lebih profesional, berintegritas, serta mampu memberikan dampak nyata dalam pembinaan klien pemasyarakatan,” tutupnya.
(***)


































