Foto: Pawai Takbir Idul Adha di Banda Aceh. (Dok. 2025)
TIMELINES iNEWS Investigasi | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh bersama Dinas Syariat Islam (DSI), pengurus Masjid Raya Baiturrahman, serta organisasi kepemudaan BKPRMI Aceh kembali menggelar Karnaval dan Pawai Takbiran Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Kota Banda Aceh.
Kegiatan tahunan bernuansa religi tersebut dipastikan berlangsung meriah dengan melibatkan puluhan regu peserta dari berbagai gampong, dayah, dan organisasi kepemudaan.
Pawai takbiran ini menjadi agenda rutin dalam menyambut malam Hari Raya Idul Adha sekaligus sebagai syiar Islam dan ajang mempererat ukhuwah masyarakat Aceh.
Selain menampilkan lantunan takbir, peserta juga akan menghadirkan berbagai kreativitas berupa mobil hias, obor, lampion, hingga atraksi budaya Islami.
Pelaksanaan pawai dipusatkan di halaman Masjid Raya Baiturrahman sebagai titik start dan finis.
Rute pawai akan melintasi sejumlah ruas utama Kota Banda Aceh, mulai dari Simpang Kodim, Simpang Peuniti, Simpang Surabaya, Simpang Jambo Tape, hingga Simpang Lima sebelum kembali ke lokasi awal.
Panitia pelaksana menyebutkan, kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Aceh melalui anggaran APBA.
Selain sebagai kegiatan syiar agama, pawai juga diperlombakan dengan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah.
Setiap grup peserta yang ikut ambil bagian juga akan memperoleh uang pembinaan dari panitia.
Peserta yang terlibat berasal dari berbagai unsur masyarakat, seperti remaja masjid, santri dayah, organisasi kepemudaan, hingga perwakilan gampong di Banda Aceh dan sekitarnya.
Mereka akan menampilkan konsep dekorasi Islami dan kreativitas khas Aceh dalam iring-iringan kendaraan maupun pawai jalan kaki.
Panitia mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung.
Warga juga diharapkan dapat memeriahkan malam takbiran dengan tetap menjaga nilai-nilai syariat Islam serta keselamatan berlalu lintas di sepanjang jalur pawai.
Untuk informasi teknis mengenai pendaftaran peserta, jadwal resmi, dan susunan panitia pelaksana, masyarakat dapat memantau pengumuman melalui Pemerintah Aceh dan
Ribuan masyarakat diperkirakan akan memadati kawasan pusat kota untuk menyaksikan iring-iringan peserta yang membawa nuansa syiar Islam dan kemeriahan malam hari raya.
Panitia membuka pendaftaran peserta mulai 15 Mei 2026 dengan kuota terbatas sebanyak 20 grup. Setiap grup nantinya terdiri dari 40 hingga 50 peserta. Jika kuota bertambah, panitia akan kembali mengumumkannya kepada masyarakat.
Sebagai persiapan pelaksanaan, technical meeting akan digelar pada 23 Mei 2026 pukul 10.00 WIB di Aula Masjid Raya Baiturrahman.
Pertemuan tersebut menjadi bagian penting untuk menyampaikan aturan, teknis pelaksanaan, hingga konsep penampilan masing-masing grup peserta.
Rute pawai yang disiapkan memiliki jarak sekitar empat kilometer.
Peserta akan memulai perjalanan dari Masjid Raya Baiturrahman menuju Simpang Kodim, Simpang Peuniti, Simpang Surabaya, Simpang Jambo Tape, Simpang Lima, kemudian kembali melewati Simpang Kodim dan finis di Masjid Raya Baiturrahman.
Selain menjadi ajang syiar Islam dan tradisi menyambut Hari Raya Idul Adha, kegiatan ini juga diperlombakan dengan total hadiah puluhan juta rupiah.
Juara pertama akan mendapatkan hadiah sebesar Rp10 juta, juara kedua Rp8 juta, dan juara ketiga Rp6 juta.
Panitia juga menyediakan kategori Harapan I sebesar Rp4 juta, Harapan II Rp3 juta, serta kategori favorit dengan hadiah Rp2 juta.
Tak hanya itu, setiap grup peserta turut memeroleh uang pembinaan sebesar Rp1 juta sebagai bentuk dukungan terhadap partisipasi dan kreativitas peserta dalam memeriahkan malam takbiran.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap tradisi takbiran tetap menjadi ruang kebersamaan semangat perayaan Idul Adha di Banda Aceh.**[]



























