TLii | ACEH | BANDA ACEH – Suasana penuh haru dan tawa pecah di Lapangan Lambung sore itu. Talenta FA akhirnya resmi menjadi juara Piala Dispora Aceh 2025, usai menumbangkan Rampago FC dalam laga final yang menegangkan namun sarat emosi.
Begitu peluit panjang berbunyi, para pemain Talenta FA langsung berlari saling berpelukan. Ada yang menangis, ada yang sujud syukur, bahkan ada yang langsung berlari mencari orang tuanya di pinggir lapangan untuk dipeluk. Penonton pun ikut terharu, sebagian meneteskan air mata, sebagian lagi tertawa bahagia — suasana yang tak akan terlupakan.
Upacara penutupan turnamen berlangsung khidmat dan meriah. Kadispora Kota Banda Aceh, mewakili Wali Kota Banda Aceh, menyerahkan piala kemenangan kepada Talenta FA. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat:
“Selamat kepada Talenta FA atas keberhasilannya meraih juara Piala Dispora Aceh 2025. Kalian bukan hanya menunjukkan kemampuan luar biasa, tapi juga semangat, disiplin, dan kekompakan yang menjadi contoh bagi sepak bola muda Aceh. Teruslah berprestasi dan mengharumkan nama daerah.”
Ucapan selamat juga datang dari Wali Kota Banda Aceh, yang mengirimkan pesan khusus:
“Talenta FA membuktikan bahwa kerja keras dan kebersamaan bisa membawa hasil luar biasa. Kami bangga dengan perjuangan kalian, semoga menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lainnya di Banda Aceh.”
Coach Aswadi yang terlihat haru turut mengungkapkan rasa bangganya,
“Anak-anak ini luar biasa. Mereka bermain bukan hanya untuk menang, tapi untuk membuktikan bahwa mimpi bisa diraih dengan doa dan kerja keras. Terima kasih untuk semua orang tua dan pendukung yang tak pernah lelah memberikan semangat.”
Momen lucu terjadi setelah penyerahan piala — salah satu pemain sempat terpeleset karena rumput licin, membuat tawa pecah di tengah suasana haru. Di sisi lain, emak-emak sponsor dari Pesona88 tak kalah heboh, menari kecil sambil meneriakkan, “Talenta juaraaa!” dengan kibasan kipas berlogo tim.
Dengan penuh kebanggaan, Piala Dispora Aceh 2025 resmi ditutup. Talenta FA bukan hanya membawa pulang piala, tetapi juga membawa pulang hati para penonton — dengan kisah perjuangan, tawa, dan air mata yang akan selalu dikenang di dunia sepak bola muda Aceh.



























