TLii..Aceh — Dalam suasana duka yang masih menyelimuti Aceh, Gubernur Muzakir Manaf (Mualem) mengambil langkah cepat dan berani. Ia mendatangkan lima ahli dari China yang membawa perangkat canggih untuk mendeteksi mayat yang diduga masih tertimbun lumpur tebal akibat banjir bandang mematikan yang melanda sejumlah wilayah.
Tim tersebut tiba dengan membawa alat berteknologi tinggi yang mampu menembus lumpur dan puing-puing, memberikan secercah harapan di tengah pencarian yang berlangsung lambat dan penuh risiko.
Di lapangan, situasi jauh dari kata mudah. Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan sebagian Bireuen kini seperti zona bencana besar. Beberapa kampung dilaporkan lenyap terseret derasnya banjir bandang, menyisakan tumpukan lumpur yang bagai lautan coklat membekap setiap sudut desa.
> “Mereka punya alat untuk mendeteksi mayat dalam lumpur. Ini sangat membantu,” kata Mualem dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/12/2025).
Di banyak lokasi, lumpur menggulung setinggi pinggang. Petugas SAR berjalan dengan langkah berat, setiap hentakan kaki terasa seperti dipaksa menembus dinding lengket yang enggan melepaskan apa pun yang ditelannya. Harapan keluarga korban kini bertumpu pada teknologi yang dibawa tim tersebut, menembus lapisan lumpur yang menyembunyikan kenyataan paling pahit dari bencana ini.
Bantuan internasional ini diharapkan mampu mempercepat pencarian korban yang masih hilang dan membawa jawaban bagi keluarga yang menunggu dalam kecemasan, doa, dan air mata.



























