Air Mata Tuhan
Tumpah Semai Titah
Lailatul Qadar
Cak Haba – Penyair Sufistik*
Prolog :
Socrates. Aristoteles, Kant , Plato, Rumi, Al Ghazali, Rabiah Adawiyah dan cak Haba , Keh Idris, Keh Jaka, Ko Mansur, Keh Abd Jalal, sibuk membendung derai air mata Tuhan semalam tumpah sederas bah basahi bumi.
Dengan bongkahan batu gunung semiru hingga pohon pohon besar ikut menggerus tebing pedesaan tak henti henti.
Berdendang ikuti dentum tetabuhan bedug malam itu.
Hewan dan binatang besar bergelimpangan dihanyut bah air mata Tuhan. Juga hewan kecil ; kecoak, tikus Jangkrik, tokek , cicak kalajengking , kadal ikut berenang menikmati aliran bah air mata Tuhan genangi perkampungan Serngingi.
Semua itu dapat diartikan sebagai metafora untuk hujan atau air mata sebagai rahmat Tuhan yang membawa kehidupan dan kesuburan bagi bumi dan penghuninya.
Dalam banyak agama dan budaya, hujan dan air mata Tuhan sering dianggap sebagai simbol rahmat dan kasih sayang Tuhan. Hujan dapat membawa kehidupan bagi tanaman, mengisi sumber air, dan memberikan kesegaran bagi lingkungan.
Dalam konteks spiritual, “Air mata Tuhan” dapat diartikan sebagai simbol kasih sayang dan rahmat Tuhan yang selalu ada dan memberikan kehidupan bagi makhluknya. Konsep ini dapat menginspirasi kita untuk mensyukuri dan menghargai rahmat Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Semisal, Socrates adalah seorang filsuf Yunani kuno yang terkenal dengan metode dialektikanya dan tidak meninggalkan tulisan-tulisan filosofis. Namun, pemikirannya banyak direkam oleh murid-muridnya, seperti Plato dan Xenophon.
Keyakinan Socrates bahwa refleksi dan pertanyaan kritis tentang kehidupan dan pengetahuan adalah penting untuk mencapai kebijaksanaan dan hidup yang bermakna.
Sebagai bahan referensi nyata, Socrates juga dikenal dengan konsep “Tahu bahwa aku tidak tahu apa-apa” yang mencerminkan kesadaran akan keterbatasan pengetahuan manusia dan pentingnya terus mencari kebijaksanaan.
Salah satu kutipan yang sering dikaitkan dengan Socrates adalah:
“Hidup yang tidak dipertanyakan tidaklah layak dijalani.”
Beda Socrates beda Pulau dengan Immanuel kant. Ia merupakan sosok filsuf Jerman yang lahir pada tahun 1724 dan meninggal pada tahun 1804. Ia dikenal sebagai salah satu filsuf terbesar dalam sejarah filsafat Barat.
Kant mengembangkan teori filsafat yang mencakup berbagai bidang, termasuk:
1. Epistemologi.
Kant mengembangkan
teori pengetahuan yang
membedakan antara
“noumenon” (sesuatu
yang ada dalam dirinya
sendiri) dan
“fenomenon” (sesuatu
yang muncul dalam
pengalaman kita).
2. Etika.
Kant mengembangkan
teori etika yang berbasis
pada “imperatif
kategoris”, yaitu prinsip
moral yang harus diikuti
tanpa syarat.
3. Metafisika.
Kant mengembangkan
kritik terhadap metafisika
tradisional dan
memperkenalkan konsep
“kritik” dalam filsafat.
Kant dikenal karena karya-
karyanya yang berpengaruh, seperti:
a. “Kritik der reinen
Vernunft” (Kritik atas Akal
Budi Murni).
b. “Grundlegung zur
Metaphysik der
Sitten” (Dasar Metafisika
Moral).
Pemikiran Kant memiliki pengaruh besar dalam sejarah filsafat dan terus dipelajari dan dibahas hingga saat ini.
* Cak haba=Hasan Basrie
Alcaff – Penyair Sufistik.
Dalam arahan intim Kahlil
Gibran.
Cp.0852.1940.0661
Tak

































