TLii | BAPAS KLS I PALANGKA RAYA
16/04/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Bali Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palangka Raya, Theo Adrianus, kembali menghadiri kegiatan World Congress on Probation and Parole yang diselenggarakan di Bali, Rabu (15/04/2026).

Dalam sesi utama kongres tersebut, para peserta membahas konsep reintegrasi sosial bagi klien pemasyarakatan. Forum menekankan bahwa keberhasilan seorang klien pemasyarakatan untuk kembali dan diterima di tengah masyarakat tidak hanya bergantung pada satu aspek saja, melainkan harus mencakup enam dimensi rehabilitasi.

Enam dimensi tersebut meliputi Social Rehabilitation, Personal Rehabilitation, Material Rehabilitation, Judicial/Legal Rehabilitation, Civic Political Rehabilitation, dan Moral Rehabilitation.
Keenam pilar ini dinilai menjadi fondasi penting dalam memastikan proses pemulihan dan pembinaan klien pemasyarakatan berjalan secara komprehensif.
Menanggapi hal tersebut, Theo Adrianus menyampaikan bahwa pendekatan tersebut sangat relevan untuk diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas pembimbingan di wilayah kerja Bapas Palangka Raya.
“Pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa klien pemasyarakatan tidak hanya bebas secara hukum, tetapi juga dapat diterima kembali secara sosial serta memiliki kemandirian secara ekonomi,” ujarnya.
Selain membahas pilar reintegrasi, forum juga mengulas peta kolaborasi berbagai pihak dalam proses pembimbingan melalui diskusi bertajuk “Who Does What (Best)?”. Dalam diskusi tersebut ditegaskan bahwa sistem probation memiliki peran sentral sebagai penghubung atau integrator antara berbagai pemangku kepentingan.
Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam proses tersebut antara lain negara (state) yang menyediakan payung hukum serta dukungan material dan legal, masyarakat sipil (civil society) yang memberikan dukungan sosial dan ruang penerimaan, korban, keluarga, dan komunitas yang berperan dalam aspek moral serta pemulihan trauma, serta pelaku (offender) yang berfokus pada perubahan personal dan tanggung jawab.
Theo menegaskan bahwa Bapas memiliki peran strategis dalam menjembatani kebutuhan klien dengan berbagai dukungan yang tersedia.
“Bapas menjadi jembatan yang menghubungkan antara kebutuhan klien dengan dukungan yang ada di sekitarnya untuk memulihkan hubungan hidup, kehidupan, dan penghidupannya sehingga mereka dapat kembali menjadi warga yang berguna dan mandiri,” jelasnya.
Melalui keikutsertaan dalam forum internasional ini, Bapas Kelas I Palangka Raya berkomitmen untuk terus memperkuat jejaring kerja sama dengan Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas) guna mendukung terwujudnya reintegrasi sosial yang berkelanjutan bagi klien pemasyarakatan, Ungkapnya.
(***)


































