AMPH Gelar Aksi di Kantor Regional VI BKN Medan, Soroti Dugaan Kecurangan Ujian Koperasi Merah Putih

RULI SISWEMI

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:49 WIB

50108 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

TLii | SUMUT | MEDAN INVESTIGASI

13/05/2026

TIMELINES INEWS INVESTIGASI Medan, 13 Mei 2026 Aliansi Masyarakat Pemerhati Hukum (AMPH) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Regional VI BKN Medan sebagai bentuk protes dan kepedulian terhadap dugaan berbagai kejanggalan dalam pelaksanaan Ujian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang dinilai mencederai prinsip keadilan, transparansi, dan profesionalitas dalam proses seleksi nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi tersebut dipimpin oleh Azli Ritonga selaku pimpinan aksi dengan Koordinator Lapangan Aqsha Ansari. Dalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah dugaan persoalan serius yang terjadi selama pelaksanaan ujian, mulai dari gangguan sistem (server error), perubahan jawaban peserta tanpa persetujuan, alokasi waktu yang dinilai tidak rasional, hingga minimnya transparansi terkait mekanisme dan hasil penilaian.


Selain itu, massa aksi juga menyoroti dugaan ketidaknetralan penyelenggara serta mempertanyakan kualitas infrastruktur ujian yang dinilai buruk, sehingga memunculkan dugaan adanya penyimpangan penggunaan anggaran dalam pelaksanaan ujian, khususnya di wilayah Sumatera Utara.

Pimpinan aksi, Azli Ritonga, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk perjuangan moral untuk menjaga integritas proses seleksi dan memperjuangkan keadilan bagi masyarakat yang merasa dirugikan.

“Kami hadir bukan untuk menciptakan kegaduhan, tetapi memperjuangkan keadilan. Jika sistem ini benar-benar profesional dan transparan, maka tidak ada alasan untuk menolak evaluasi total, audit independen, serta pelaksanaan ujian ulang yang adil dan bebas gangguan teknis,” tegas Azli Ritonga.

Sementara itu, Koordinator Lapangan, Aqsha Ansari, menyampaikan bahwa pihaknya hadir sebagai representasi suara masyarakat yang merasa dirugikan dan menginginkan adanya transparansi penuh dari penyelenggara.
“Kami hadir membawa suara masyarakat yang merasa dicederai oleh sistem yang dinilai tidak profesional. Banyak peserta datang dengan harapan besar, namun justru menghadapi berbagai persoalan teknis dan ketidakjelasan mekanisme penilaian,” ujar Aqsha Ansari.

Dalam aksi tersebut, AMPH menyampaikan tujuh poin tuntutan, di antaranya mendesak Zulkifli Hasan selaku pengarah Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) KDKMP dan KNMP untuk melakukan evaluasi total dan audit independen terhadap pelaksanaan ujian, mendorong ujian ulang yang adil dan transparan, meminta transparansi penuh terkait standar kelulusan, hingga mendesak investigasi dugaan manipulasi sistem dan ketidaknetralan penyelenggara.
Selain itu, massa aksi juga meminta DPRD Sumatera Utara membentuk tim satuan tugas (Satgas) guna mengusut dugaan kecurangan, serta mendesak Ombusman Republik Indonesia melakukan audit forensik terhadap penggunaan anggaran oleh Badan Kepegawaian Negara dalam pelaksanaan ujian tersebut.
Namun demikian, massa aksi menyayangkan sikap pihak BKN Regional VI Medan yang dinilai tidak menunjukkan itikad baik untuk membuka ruang dialog. Hingga aksi berakhir, tidak ada perwakilan yang menemui massa secara langsung untuk menerima aspirasi maupun memberikan penjelasan atas tuntutan yang disampaikan.
“Kami datang secara baik-baik untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, tetapi sangat kami sayangkan tidak ada pihak yang menemui massa aksi. Ini menjadi tanda tanya besar bagi kami terhadap keseriusan penyelenggara dalam merespons keresahan publik,” ujar Azli Ritonga.

Dengan Tidak adanya iktikad baik pegawai/pimpinan BKN Regional VI Medan untuk menemui masa aksi, maka AMPH menegaskan akan melakukan aksi lanjutan (Jilid II) apabila dalam waktu dekat tidak ada respons maupun langkah konkret dari pihak terkait.
Koordinator Lapangan, Aqsha Ansari, menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan konsolidasi yang lebih luas bersama berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa dari Berbagai Daerah.
“Jika tuntutan kami tetap diabaikan dan tidak ada tindakan nyata, maka kami akan menggelar aksi jilid II dengan jumlah massa yang lebih besar dan cakupan yang lebih luas di berbagai daerah di Indonesia. Ini bukan hanya persoalan satu wilayah, tetapi menyangkut keadilan bagi seluruh peserta,” tegas Aqsha Ansari.

AMPH menegaskan bahwa gerakan ini akan terus dikawal sebagai bentuk kontrol sosial demi menjaga integritas sistem seleksi nasional yang adil, transparan, dan bebas dari dugaan penyimpangan, Terangnya.

(Sumber)

Aliansi Masyarakat Pemerhati Hukum (AMPH)

(***)

Berita Terkait

Dukung Kelancaran Ekspor Impor, BNCT Fasilitasi Sosialisasi SP3KK Empty Container di Pelabuhan Belawan
Dari Belawan ke Kariangau: Benchmarking Perkuat Kolaborasi Antar Terminal Pelindo Group
BNCT Paparkan Capaian dan Transformasi Operasional kepada Dewan Komisaris Pelindo Terminal Petikemas
Hadirkan Rasa Aman, Sinergi Aparat Perkuat Pengamanan Lapas Padangsidimpuan
Wujud Kepedulian Sesama, Lapas Padangsidimpuan Salurkan 50 Paket Sembako ke Panti Asuhan Maimun
Dukung Asta Cita & 15 Program Aksi Kemenimipas, Lapas Narkotika Langkat Budidaya Hortikultura
Lapas Perempuan Medan Salurkan Bantuan Sosial kepada Anak Yatim Dan Kaum Dhuafa
Perkuat Implementasi Smart Zero Waste, Lapas Perempuan Kelas IIA Medan Gandeng Unimed Tingkatkan Kompetensi Pegawai

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:20 WIB

268 Siswa Mulai Tempuh Pendidikan Gratis, Wali Kota Lhokseumawe Resmikan MPLS Sekolah Rakyat

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:06 WIB

Kabar Baik bagi PPPK, Pemko Lhokseumawe Perpanjang Masa Kerja dengan Skema Evaluasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:52 WIB

Kinerja Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Dinilai Positif, Kepolisian Tegaskan Penanganan Kasus Sesuai Prosedur

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:15 WIB

DIKPI Inisiasi Pembentukan Asosiasi Perguruan Tinggi Kajian Ilmu Kepolisian Indonesia untuk Memperkuat Ekosistem Keilmuan Kepolisian

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:01 WIB

Siswa SIP Angkatan 56 Polda Aceh Gelar Baksos di Panti Asuhan

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:55 WIB

Quick Response Brimob Polda Aceh Tangani Kebakaran Hutan di Lembah Seulawah

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:54 WIB

Hujan Deras Rendam Sejumlah Titik di Langsa, Wali Kota Turun Langsung ke Lokasi

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:39 WIB

Polda Aceh–PLN UID Aceh Perkuat Sinergi Demi Layanan Listrik Andal dan Keamanan Terjaga

Berita Terbaru