Timelinesinews.com__Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi MA, S.Sos, ME dan Wakil Bupati Hasan Basri, ST.MM dan Jajarannya bersama unsur Forkopimda secara resmi melepas 182 Jamaah Calon Haji Kabupaten Pidie Jaya yang tergabung dalam Kloter 13 Embarkasi Banda Aceh Tahun 1447 H/2026 M Sebagai bentuk dukungan dan perhatian pemerintah daerah dalam memastikan para jamaah berangkat menuju Tanah Suci dengan aman, sehat, nyaman, serta memiliki kesiapan spiritual yang matang. Di Gedung MTQ Pidie Jaya, Pada Minggu malam 18 Mei 2026.
Bupati menegaskan ibadah haji merupakan panggilan suci yang membutuhkan kesiapan fisik, mental dan kebersamaan seluruh pihak dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah. Ia juga menyoroti sejumlah kendala teknis dalam pelaksanaan keberangkatan, terutama terkait kenyamanan jamaah saat menunggu keberangkatan dan panjangnya waktu perjalanan menuju Asrama Haji Banda Aceh yang diperkirakan mencapai delapan jam.
Menurutnya, hal tersebut perlu menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada penyelenggaraan haji tahun mendatang. “Calon jamaah haji adalah tamu Allah yang harus kita hormati dan istimewakan. Pelayanan ke depan harus lebih baik, lebih tertata, sehingga jamaah, khususnya yang lanjut usia, tidak mengalami kelelahan berlebihan sebelum berangkat ke Tanah Suci,” ujar Bupati.
Bupati Sibral juga mengingatkan seluruh pengemudi armada agar mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Selain melepas keberangkatan jamaah, kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat ikatan doa antara pemerintah daerah dan masyarakat dengan para jamaah yang akan berada di tanah suci. Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berharap seluruh jamaah diberikan kesehatan, kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah, serta kembali ke daerah sebagai haji dan hajjah yang mabrur dan mabruroh. Bupati turut menitipkan doa agar Pidie Jaya senantiasa diberi keberkahan, dijauhkan dari bencana, serta pemerintah daerah diberikan kemampuan dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Harapan tersebut dinilai menjadi manfaat penting dari momentum keberangkatan haji, yakni memperkuat nilai spiritual, kepedulian sosial, dan hubungan antara pemerintah dengan masyarakat.




























