Foto: Mobil Hias Gampong Ateuk Munjeng, Kelompok Peraih Prediket Juara I Pawai Takbir Idul Adha 1447 H Tingkat Provinsi Aceh, Selasa (26/5/2026)
TIMELINES iNEWS Investigasi | BANDA ACEH — Gampong Ateuk Munjeng, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, berhasil meraih juara pertama pada Musabaqah Pawai Takbir Keliling Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi tingkat Provinsi Aceh yang berlangsung di kawasan halaman Masjid Raya Baiturrahman, Selasa malam, 26 Mei 2026.
Keputusan tersebut ditetapkan Dewan Hakim setelah Gampong Ateuk Munjeng memperoleh nilai tertinggi, yakni 88,1.
Posisi juara kedua diraih Gampong Lamdom, Kecamatan Lueng Bata, dengan nilai 87,6, sedangkan juara ketiga diraih Gampong Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, dengan nilai 87,3.
Sementara itu, Harapan I diraih Gampong Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman, Harapan II diraih Gampong Surin, Kecamatan Meuraxa, dan Harapan III jatuh kepada Gampong Peurada, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh.
Kegiatan pawai takbir keliling yang diselenggarakan oleh BKPRMI Aceh tersebut dilepas langsung oleh M. Nasir mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf bersama Illiza Sa’aduddin Djamal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Aceh, para kepala SKPA, alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta ratusan peserta pawai dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh.
Dalam sambutan Gubernur Aceh yang dibacakan Sekda Aceh, Pemerintah Aceh menyampaikan bahwa malam takbiran merupakan momentum syiar Islam yang penuh makna spiritual melalui lantunan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
Pemerintah Aceh juga mengajak masyarakat menjadikan Hari Raya Idul Adha sebagai momentum memperkuat nilai pengorbanan, keikhlasan, serta kepedulian sosial sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
“Semangat berkurban tidak hanya diwujudkan dalam bentuk materi, tetapi juga melalui pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, dan kepedulian untuk kemajuan umat serta daerah,” demikian isi sambutan yang dibacakan Sekda Aceh.
Selain itu, masyarakat Aceh diimbau untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah demi memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Pemerintah Aceh juga menekankan bahwa Aceh sebagai daerah yang menjunjung tinggi Syariat Islam harus mampu menjadikan malam takbiran sebagai syiar yang berlangsung tertib, aman, damai, dan penuh kekhidmatan.
Ribuan warga dari Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, hingga masyarakat dari sejumlah daerah lain yang sedang mudik Idul Adha tampak memadati ruas jalan protokol untuk menyaksikan iring-iringan kendaraan hias dan lantunan takbir para peserta pawai.
Suasana malam takbiran berlangsung semarak dengan berbagai miniatur islami, ornamen lampu hias, serta kreativitas peserta yang menampilkan nuansa religius dan budaya Islami khas Aceh.
Ajang pawai takbir keliling tersebut tidak hanya menjadi sarana perlombaan, tetapi juga bagian dari syiar Islam untuk menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat di Bumi Persada Iskandar Muda.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Aceh berharap tradisi takbiran keliling tetap menjadi media dakwah yang menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai keislaman, budaya daerah, serta semangat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat. *[Yahbit]



























