Warga Masewe Segel Kantor Desa, Tuntut Transparansi dan Perbaikan Kinerja Pemerintahan Desa

REDAKSI 1

- Redaksi

Sabtu, 2 November 2024 - 08:39 WIB

5062 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii|Poso Sulteng- Kantor Desa Masewe, Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso, disegel oleh warga, sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Kepala Desa Masewe dan perangkat desa. Warga menuntut transparansi anggaran serta perbaikan pelayanan setelah menganggap kinerja desa tidak maksimal. Jumat 1/11/24.

Dedy Rampalodji, salah satu warga yang ikut dalam aksi, menyatakan bahwa penyegelan ini adalah bentuk spontanitas dan kekecewaan masyarakat yang telah lama tidak puas dengan pelayanan pemerintah desa.

“Selama seminggu terakhir, kantor desa jarang dibuka. Bahkan, saat dibuka pun hanya sebentar sebelum petugas pergi ke kebun,” ujar Dedy.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam aksi protes tersebut, warga menyampaikan empat tuntutan pokok, yaitu:

1. Pengembalian tenda milik desa yang diduga tidak berada di tempat seharusnya.

2. Pengembalian mesin molen yang menjadi aset desa.

3. Pembagian bibit coklat yang telah dijanjikan kepada warga namun belum terealisasi.

4. Kepala Desa diminta aktif hadir di kantor sesuai jam kerja dari pukul 08.00 hingga 16.00.

Dedy juga menambahkan bahwa dalam musyawarah di Balai Desa yang berlangsung hingga siang hari, terungkap berbagai isu lain yang menjadi sumber keresahan masyarakat.

Salah satunya adalah penggunaan sisa anggaran desa (Sipla) lebih dari Rp100 juta, yang oleh warga diduga dipinjam oleh Kepala Desa dan perangkat desa tanpa ada kejelasan mengenai pengembalian dana.

Selain itu, terkait bibit coklat yang dijanjikan, bendahara desa atas arahan Kepala Desa telah mentransfer dana sebesar Rp113 juta ke rekening Kepala Desa di Kilo 9 sebagai pihak ketiga untuk pengadaan bibit.

Namun, meskipun dana telah dicairkan sejak Maret, bibit yang dijanjikan belum diterima hingga Oktober, menambah ketidakpuasan warga.

Warga Masewe berharap pemerintah desa segera menanggapi tuntutan ini dengan baik dan memperbaiki kinerja demi mengembalikan kepercayaan masyarakat.

 

 

Berita Terkait

Rutan Labuhan Deli Perteguh Komitmen, Ditjenpas Tekankan Sinergi Ciptakan Lapas Aman & Tertib
Apel Pasukan RPH Blangjerango Perkuat Pengamanan Hutan dan Pencegahan Karhutla
Merawat Keunggulan, Menyalakan Peradaban”, Tema Milad ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe
Di Bawah Kepemimpinan Sayuti, Lhokseumawe Sukses Jaga Predikat WTP
Puting Beliung Hantam Aceh Timur, Huntara Hancur dan Rumah Warga Rusak Parah
Pidie Jaya Pertahankan WTP ke-12, Bupati Sibral Komitmen untuk Rakyat
Pemko Langsa Pertahankan Opini WTP, Cetak Rekor 13 Kali Berturut-Turut
Bupati Pidie Jaya Dukung Penegakan Syariat Islam, Pelaku Maisir Dieksekusi 5 Kali Cambuk

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:52 WIB

Pemko Langsa Pertahankan Opini WTP, Cetak Rekor 13 Kali Berturut-Turut

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:41 WIB

Wagub Aceh Salat Idul Adha di Masjid Raya Baiturrahman, Ribuan Jamaah Padati Pelataran

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:32 WIB

DPW MIM Aceh Desak Gubernur Buka Bukti Resmi Pencabutan JKA

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:20 WIB

Pemko Langsa Perkuat Tata Kelola Informasi Publik Melalui Rakor PPID se-Aceh

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:50 WIB

Fadhlullah Pimpin Rakor Pascabencana, Posko Rehab Rekon Diaktifkan Kembali

Senin, 18 Mei 2026 - 22:20 WIB

LANA Apresiasi Mualem Cabut Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang JKA

Senin, 18 Mei 2026 - 13:28 WIB

SAKTI PKS Banda Aceh: Cetak Kader Patriot dan Perkuat Layanan untuk Warga

Senin, 18 Mei 2026 - 09:12 WIB

Bupati Pidie Jaya Lepas 182 Jamaah Calon Haji Kloter 13, Tekankan Pelayanan dan Keselamatan Jamaah

Berita Terbaru