Korea Selatan Peringatkan Korea Utara atas Serangan Pemblokiran Sinyal GPS yang Berdampak pada Penerbangan dan Pelayaran Sipil

REDAKSI

- Redaksi

Sabtu, 9 November 2024 - 21:58 WIB

50244 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi

Foto : Ilustrasi

TLii|Seoul-Militer Korea Selatan melaporkan bahwa Korea Utara kembali melancarkan serangan untuk memblokir sinyal GPS, memasuki hari kedua pada Sabtu. Serangan ini berdampak pada navigasi beberapa kapal serta puluhan pesawat sipil di wilayah perbatasan.

“Korea Utara harus segera menghentikan provokasi GPS ini,” tegas Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan. Pemblokiran sinyal GPS terdeteksi di area Haeju dan Kaesong di Korea Utara, dan JCS memperingatkan kapal serta pesawat sipil di Laut Kuning untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman ini.

Meskipun operasi militer Korea Selatan tidak terdampak, JCS menyatakan bahwa pihaknya akan meminta Korea Utara bertanggung jawab atas tindakan tersebut. Insiden pemblokiran ini merupakan yang terbaru setelah serangan serupa terdeteksi tiga hari sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pejabat JCS menambahkan bahwa kekuatan sinyal pemblokiran pada minggu ini relatif lebih lemah dibandingkan beberapa serangan sebelumnya yang terjadi pada akhir Mei dan awal Juni, di dekat perbatasan barat laut.

Korea Selatan sebelumnya telah mengajukan keluhan kepada Persatuan Telekomunikasi Internasional (ITU), Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), dan Organisasi Maritim Internasional (IMO), terkait provokasi berulang ini. Sebagai respons, ICAO mengeluarkan keputusan yang menyuarakan keprihatinan serius, secara khusus menyebut tindakan Korea Utara sebagai ancaman terhadap keselamatan navigasi internasional.

Dengan provokasi terbaru ini, Korea Selatan mendesak masyarakat internasional untuk mengambil tindakan tegas guna menekan Korea Utara agar menghentikan aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan dan pelayaran sipil.

Berita Terkait

Kapolda Aceh Ungkap Kronologi Pengungkapan Pabrik Sabu di Pidie, Tegaskan Tak Ada Kompromi terhadap Narkoba
Air Mata Argentina, Senyum Spanyol di Final Paling Dramatis 😭🔥
Dugaan Perdagangan Orang di Malaysia: Paspor Disita, Istri diperkosa, Suami Sempat Hilang 
Indah Ekklesia Torehkan Prestasi, Harumkan Langsa ke Panggung Dunia
Puluhan Ribu Perempuan Gaza Kehilangan Suami, Dampak Perang Perburuk Krisis Sosial dan Kesehatan
TKI Asal Aceh Diduga Jadi Korban Agen Ilegal, Dipaksa Bayar Hutang Dua Kali Lipat dan Paspor Ditahan
Muaythai Lhokseumawe Panaskan Semangat Menuju Pra-PORA 2025: Ramazani Pimpin Latihan dengan Tekad Juara
Aktivis LIRA dan Korek Geruduk Polres Aceh Tenggara, Desak Copot Kasat Narkoba dan Bongkar Dugaan “Tangkap Lepas”

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Kapolda Sumut Silaturahmi dengan Kabinda, Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Keamanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Bapas Kelas I Medan Gelar Apel Pagi, Perkuat Disiplin dan Profesionalisme Pegawai

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Bapas Kelas I Medan Koordinasikan Kebutuhan Gedung Bapas Pematangsiantar dan Rantau Parapat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:52 WIB

Upaya Jaga Transparansi Akuntabilitas Wujudkan Lingkungan Pemasyarakatan Bersih Berintegritas Tanpa Pungli

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Di Kompleks Tugu D.I. Panjaitan, Festival Literasi Toba 2026 Resmi Dibuka

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Festival Literasi Toba 2026 Resmi Dibuka, Bupati Ajak Jadikan Literasi Gerakan Bersama

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Wabup Toba: Pemimpin Gereja Harus Menjadi Teladan dan Tetap Menarik bagi Jemaat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Rutan Labuhan Deli Optimalkan Perawatan Sayuran Hidroponik untuk Menjaga Kualitas dan Kesegaran Hasil Panen.

Berita Terbaru