Warga Dusun Sidendreng Diduga Dianiaya di Jembatan Mayoa, Dipicu Perselisihan Utang Penjualan Kakao

REDAKSI 1

- Redaksi

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 20:35 WIB

5031 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii|SULTENG, POSO – Seorang warga Dusun Sidendreng, Desa Mayajaya, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, diduga menjadi korban penganiayaan di sekitar Jembatan Mayoa pada Jumat malam, 8 Agustus 2025, sekitar pukul 19.00 WITA. Peristiwa ini diduga dipicu persoalan utang-piutang terkait penjualan biji kakao.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami memar dan pembengkakan pada bahu bagian belakang sebelah kiri. Usai peristiwa itu, korban bersama keluarganya melapor ke Polsek Pamona Selatan. Pihak kepolisian kemudian mendampingi korban dan keluarganya menuju Puskesmas Pendolo untuk menjalani pemeriksaan medis.

Namun, proses visum tidak dapat dilakukan malam itu karena dokter yang bertugas berhalangan hadir. Pihak puskesmas meminta pemeriksaan visum dilakukan pada Senin (11/8) dengan pendampingan pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Kejadian
Menurut keterangan korban, insiden bermula ketika ia bersama istri dan iparnya sedang dalam perjalanan menggunakan mobil menuju Desa Mayoa untuk mencari warung untuk makan malam.

Saat melintas di dekat Jembatan Sungai Saroso, korban dihampiri oleh terduga pelaku bersama tiga orang rekannya.

Sebelum kejadian, korban mengaku pernah dipermalukan di media sosial Facebook. Foto gambar dirinya disebarkan hasil tangkapan layar status WhatsApp korban yang diposting berisi kata-kata tidak pantas di media sosial Facebook terkait utang korban. Unggahan tersebut diduga berkaitan dengan utang pembelian kakao yang belum lunas.

Padahal, menurut korban, persoalan tersebut telah dimusyawarahkan di kantor desa. Dari hasil mediasi, disepakati utang akan dilunasi dalam jangka waktu dua bulan. Satu bulan berjalan, korban sepakat berusaha akan membayar 50 persen dari nilai yang disepakati, dan sisanya dijanjikan akan dilunasi bulan berikutnya.

Saat kejadian, korban mengaku diteriaki dengan kata-kata kasar, “Anjing, bayar coklatku!” Namun ia memilih mengabaikan. Ketegangan terjadi ketika korban berhenti di salah satu warung makan dekat jembatan. Pelaku, yang diduga berada dalam pengaruh alkohol, mendatangi korban dan terjadi adu mulut.

Dari empat orang yang bersama pelaku, hanya satu yang melakukan pemukulan, sementara tiga lainnya disebut hanya menyaksikan.

Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak Polsek Pamona Selatan. Hingga berita ini diturunkan, media ini terus berupaya mengonfirmasi keterangan dari berbagai pihak guna menjaga keberimbangan pemberitaan.

Berita Terkait

Pemkot Palu Ulurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Aceh
Pemkab Poso Lestarikan Danau Poso dengan Restocking Sidat Tropis
Kemenkum Sulteng Dampingi Poso Daftarkan Indikasi Geografis Produk Lokal
Wamen Lepas Transmigran ke Poso: Transmigrasi Bukan Sekadar Pindah, tapi Bangun Daerah
Polisi Sita Rp62 Juta dan Empat Paket Sabu dalam Penggerebekan di Palu Utara
Komnas HAM RI Jalin Sinergi dengan Pemkot Palu untuk Wujudkan Kota Ramah HAM
Realisasi Pajak Daerah Kota Palu Capai 63,6 Persen, Tembus Rp255,4 Miliar Hingga September 2025
Lapak Buah Segar di Jalan Tanjung Satu Jadi Favorit Baru Warga Kota Palu

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 09:13 WIB

Hadir Humanis di Sekolah, Polres Pidie Jaya Tanamkan Nilai Disiplin dan Kamtibmas Lewat “Polisi Saweu Sikula

Selasa, 21 April 2026 - 00:55 WIB

Rotasi Jabatan, Pemkab Pidie Jaya Lantik Puluhan Kepala Sekolah

Minggu, 19 April 2026 - 10:59 WIB

Tgk Azhar Kiran dan MSS Rampungkan Tahap II, Ratusan Mushaf Hidupkan Syiar Islam Pasca Banjir

Minggu, 19 April 2026 - 10:52 WIB

Respons Cepat dan Humanis, Polres Pidie Jaya Hadir di Tengah Musibah Warga

Sabtu, 18 April 2026 - 08:41 WIB

Breaking News | Diduga Kecelakaan, Sepeda Motor Misterius Ditemukan Tergeletak di Pinggir Jalan Meureudu

Kamis, 16 April 2026 - 09:58 WIB

YARA : Dugaan Penganiayaan Wabup Pidie Jaya Bukti Krisis Moral Pejabat Publik

Rabu, 15 April 2026 - 11:18 WIB

Musrenbang RKPK 2027 Digelar, Pidie Jaya Fokus Infrastruktur dan Ekonomi

Selasa, 14 April 2026 - 23:13 WIB

Pembentukan Panitia Pemilihan Keuchik Gampong Hagu, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya

Berita Terbaru