15 Tahun Telah Mengabdi Di SDN 3 Tripe Jaya, Kok Bisa Kehilangan Status Di Dapodik Jelang Pendaftaran PPPK

REDAKSI 1

- Redaksi

Minggu, 16 Februari 2025 - 12:03 WIB

5042 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diminta Kepada PJ. Bupati Gayo Lues Segera Merespon Keluhan Setatus Guru Honorer Jamaluddin. 

TLii | ACEH | Gayo Lues – Jamaluddin, seorang guru honorer yang telah mengabdi selama 15 tahun di SD Negeri 3 Tripe Jaya, mengalami kekecewaan besar setelah namanya dikeluarkan dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tepat sebelum pembukaan pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2024.

Pencoretan namanya dari Dapodik diduga terjadi akibat penempatan guru PPPK baru di sekolah tersebut atas arahan Dinas Pendidikan Gayo Lues. Keputusan ini membuat Jamaluddin kehilangan haknya untuk mengikuti seleksi PPPK.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian dia diminta mencari sekolah lain untuk mengajar. Namun, upayanya menemukan tempat mengajar baru terhambat karena tidak ada lagi alokasi jam mengajar di sekolah lain.

“Saya dikeluarkan dari Dapodik karena adanya penempatan Guru PPPK baru di sekolah ini, padahal mereka sebelumnya tidak pernah mengabdi di sini. Pemerintah tahu bahwa di SDN 3 Tripe Jaya masih ada Guru yang sudah lama mengajar. Mengapa mereka tidak ditempatkan di sekolah asal mereka?” ungkap Jamaluddin dengan nada kecewa.

Mengadu Ke Bupati Dan DPRK, Tapi Tak Ada Solusi

Jamaluddin telah berupaya mencari keadilan dengan mengadu kepada Pj. Bupati Gayo Lues dan Ketua DPRK Gayo Lues. Namun, hingga kini ia hanya diarahkan kembali ke Dinas Pendidikan tanpa ada solusi konkret terkait statusnya.

“Saya sudah mengabdi selama 15 tahun, tapi tiba-tiba dihapus dari Dapodik tanpa pemberitahuan yang jelas. Saya sangat kecewa karena ini menyangkut masa depan saya,” tambahnya.

Kasus ini menyoroti ketidakpastian nasib guru honorer yang telah lama mengabdikan diri di dunia pendidikan. Banyak pihak menilai bahwa pemerintah daerah seharusnya lebih berpihak kepada tenaga pendidik yang telah berjuang bertahun-tahun, bukan justru mengabaikan mereka.

Para guru honor yang Masih Tunggu Hasil Audiensi di Jakarta

Di tempat terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Gayo Lues saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menyebutkan bahwa Plt Kepala Dinas Pendidikan saat ini sedang melakukan Audiensi dengan Kementerian Pendidikan di Jakarta. Namun, hingga kini belum ada kejelasan mengenai hasil Audiensi tersebut.

Saat Media mencoba mengonfirmasi ulang setelah kepulangan dari Jakarta, Dinas Pendidikan masih belum memberikan informasi resmi mengenai langkah yang akan diambil terkait kasus ini.

Sejumlah Guru dan masyarakat setempat memberikan dukungan penuh kepada Jamaluddin untuk memperjuangkan haknya. Mereka berharap pemerintah Daerah maupun Pusat dapat memberikan perhatian Khusus terhadap persoalan ini agar tidak ada lagi Guru honorer yang mengalami nasib serupa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Gayo Lues belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pencoretan Jamaluddin dari Dapodik serta solusi yang akan diberikan bagi Guru honorer yang mengalami kondisi serupa. [Red]

Berita Terkait

Perkuat Mutu PAUD dan PKBM, Disdikbud Aceh Utara Gembleng Ratusan Peserta Lewat Bimtek KSP dan Akreditasi
Haji Uma Turun Tangan, Tiga ART Asal Aceh Korban Penyiksaan di Malaysia Dapat Perlindungan KJRI
Bupati Aceh Utara Dorong Revisi UUPA dan Perpanjangan Dana Otsus di Hadapan Komisi II DPR
Fathir Hidayadi Wakili Aceh di MDI Nasional 2026, Bukti Disabilitas Mampu Berprestasi
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pidie Jaya Gelar Bakti Religi dan Bakti Sosial Wujud Kepedulian kepada Masyarakat
GEKRA 2026 Hadirkan Pangan Murah, Layanan Publik, dan Penguatan UMKM di Aceh Besar
Kapolres Gayo Lues Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama, Tekankan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat
LANA Libatkan Kejaksaan Awasi MBG di Aceh Barat, Dorong Transparansi Penggunaan Anggaran Negara

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:55 WIB

Rutan Tanjung Komitmen Kemandirian, Warga Binaan Kuasai Teknik Fading, Head Massage & Racik Kopi Profesional

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:22 WIB

Karutan Raymon Girsang: Pembinaan Keagamaan di Rutan Tanjung Jadi Bekal WBP Kembali ke Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:27 WIB

Panen 100 Ikat Kangkung, Rutan Tanjung Dukung Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:18 WIB

Pererat Hubungan, Rutan Tanjung Gelar Bansos Mi Instan, Gula, Minyak Goreng untuk Warga

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:45 WIB

Karutan Raymon Andika Girsang: Deteksi Dini Lewat Cek Listrik Rutin Wujudkan Rutan Tanjung Aman & Kondusif

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:26 WIB

Rutan Tanjung Optimalkan Pembinaan Lewat Berjemur Terjadwal dan Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:32 WIB

WBP Rutan Tanjung Belajar Disiplin & Kemandirian Lewat Kebersihan Kebun SAE dan Pembuatan Pupuk

Senin, 8 Juni 2026 - 21:19 WIB

Karutan Raymon Andika Girsang Rutan Tanjung Terus Implementasikan Layanan Prima Berorientasi Masyarakat

Berita Terbaru