UMKM Pidie Jaya Siap Menyukseskan MTQ Aceh ke-37 Tahun 2025: Momentum Strategis Kebangkitan Ekonomi Lokal

Zul

- Redaksi

Sabtu, 24 Mei 2025 - 16:13 WIB

50144 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: [Jailani, S.Sos / Ketua Rumoh UMKM Pidie Jaya]

 

Tahun 2025 menjadi tahun bersejarah bagi Kabupaten Pidie Jaya. Untuk pertama kalinya, kabupaten ini dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Aceh ke-37. Ajang ini dijadwalkan berlangsung pada bulan Oktober, dan akan menghadirkan kafilah dari seluruh kabupaten/kota di Aceh, bersama ribuan pengunjung dari berbagai penjuru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Bukan hanya sebagai ajang unjuk prestasi dalam seni membaca Al-Qur’an, MTQ juga menjadi peristiwa sosial dan budaya yang berdampak langsung terhadap berbagai sektor, terutama sektor ekonomi kerakyatan. Dalam konteks inilah, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Pidie Jaya tampil menyatakan kesiapan mereka menyukseskan event keagamaan terbesar di Aceh tersebut.

 

Melalui wadah Rumoh UMKM Pidie Jaya, ratusan pelaku usaha lokal dari berbagai sektor—kuliner, fashion, kerajinan tangan (handcraft), produk kreatif, hingga olahan pangan lokal—menyambut gembira kesempatan ini. MTQ Aceh ke-37 bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga peluang besar untuk memperkenalkan produk unggulan Pidie Jaya ke hadapan publik Aceh secara luas.

 

Rumoh UMKM Pidie Jaya, yang meski usianya masih relatif muda—belum genap dua tahun berdiri—telah menunjukkan eksistensi dan komitmen yang kuat dalam mendukung setiap event sosial dan ekonomi di daerah. Di bawah kepemimpinan Jailani, S.Sos, komunitas ini tumbuh solid dan aktif, serta mendapat perhatian dan pembinaan langsung dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Pidie Jaya.

 

MTQ ke-37 di Pidie Jaya dipandang sebagai “panggung emas” bagi para pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Ribuan pengunjung dari luar daerah akan hadir, yang artinya akan terjadi peningkatan aktivitas ekonomi. Produk-produk khas Pidie Jaya seperti kue tradisional, kerajinan dari pandan laut, bordir khas, hingga kuliner Aceh otentik, memiliki peluang besar untuk dikenal dan diminati oleh pengunjung dari luar daerah.

 

Tak hanya menyambut dengan produk, para pelaku UMKM juga siap menghadirkan pelayanan terbaik. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, Rumoh UMKM telah merancang berbagai strategi untuk menampilkan yang terbaik—mulai dari stand-stand pameran, kerja sama antar pelaku usaha, hingga kolaborasi dengan komunitas lain dan dinas terkait. Semangat ini menjadi cerminan nyata dari potensi ekonomi lokal yang siap tumbuh bersama dengan geliat pembangunan daerah.

 

Oleh karena itu, penting kiranya pemerintah daerah, panitia MTQ, serta stakeholder lainnya memberi ruang yang cukup besar bagi UMKM lokal untuk tampil. Keterlibatan UMKM dalam setiap aspek acara, seperti bazar, stan kuliner, pameran produk unggulan, hingga promosi digital, akan memberikan dampak ganda: kesuksesan acara dan penguatan ekonomi rakyat.

 

MTQ Aceh ke-37 di Pidie Jaya adalah lebih dari sekadar kompetisi seni baca Al-Qur’an. Ia adalah panggung kebersamaan, kebangkitan spiritual, dan juga etalase potensi ekonomi lokal. UMKM Pidie Jaya, melalui Rumoh UMKM, dengan semangat dan kesiapan yang tinggi, siap menjadi bagian penting dalam sejarah besar ini—menyambut tamu, memperkenalkan budaya, dan membawa ekonomi rakyat naik satu level lebih tinggi.

 

Jika MTQ adalah cahaya yang memandu umat, maka UMKM adalah denyut nadi masyarakat yang akan menjaga terang itu tetap hidup—dalam bentuk kerja, inovasi, dan kontribusi nyata bagi daerah.[]

Berita Terkait

Di Balik Tangisan Anak Pencuri Ayam, Ada Keresahan Pemilik Ayam Aduan Juara dan PR Besar Penegakan Hukum
Rupiah Terjun Bebas: Bukti ‘Ekonomi Pancasila’ Masih Sebatas Dongeng Pengantar Tidur Penguasa
INGKAR JANJI DALAM HUBUNGAN ASMARA: BISAKAH CINTA DIGUGAT?
Politik Santun, Menang Tanpa Balas Dendam
Kekosongan Kepemimpinan di Bangka Barat Bukan Soal Jabatan, Tetapi Hilangnya Keberanian Memimpin.
Pers Pilar Keempat Demokrasi: Masihkah Menjadi Penjaga Kebenaran?
“Tak Dapat Dana Bantuan Sosial, Geusyik Dituding Pilih Kasih dan Balas Jasa Politik”
‎Betungkah: Perlawanan Terhadap Kerusakan Alam Dari Pesisir Bangka

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Kapolres Pematangsiantar Bersama Jajaran Gelar Sholat Jumat Keliling, Pererat Silaturahmi dan Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Edukasi TK Tertib Berlalu Lintas Sejak Usia Dini 

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Program Tumbuh Bersama,PT Pelindo Regional I Dorong Peningkatan Kualitas SDM melalui Pembangunan Sekolah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Green Policing, Kapolres Toba Ajak Masyarakat Tanam Pohon: “Alam Jaga Kita, Kita Jaga Alam”

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:40 WIB

Bapas Palangka Raya Gali Kesiapan Lingkungan, Dukung Keberhasilan Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Kepala Bapas Theo Adrianus Tegaskan Pelayanan Optimal Kedepankan Profesionalisme dan Nilai Kemanusiaan Kondisi Khusus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Penuh Kehangatan, BKOW Sumatera Utara Berbagi Kasih Dengan Warga Binaan Lapas Perempuan Kls IIA Medan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Polres Pelabuhan Belawan Grebek Sarang Narkoba di Marelan, 1 Pengedar dan 3 Pengguna Diamankan

Berita Terbaru