TLii|Poso Sulteng – Sejumlah wilayah di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, tercatat sebagai daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana gempa bumi. Berdasarkan studi akademis dan analisis geofisika, kerawanan ini dipengaruhi oleh keberadaan sesar aktif dan struktur geologi kompleks di kawasan tersebut.
Merujuk pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Poso 2021–2026, beberapa kecamatan dinyatakan berada di zona rawan gempa karena dilewati atau berdekatan dengan patahan aktif seperti Sesar Palu–Koro, Sesar Poso Barat, dan zona Graben Palolo.
Kecamatan yang tergolong paling rawan meliputi:
-
Poso Pesisir Utara
-
Poso Pesisir
-
Poso Pesisir Selatan
-
Pamona Timur
-
Pamona Barat
-
Pamona Selatan
-
Lore Utara
Selain itu, hasil studi mikrotremor oleh akademisi dari Universitas Tadulako menunjukkan bahwa wilayah Lore Utara memiliki nilai percepatan tanah (PGA) sangat tinggi, yang mengindikasikan potensi guncangan kuat jika terjadi gempa besar. Intensitas diperkirakan bisa mencapai skala VIII–X MMI, yang berarti sangat merusak.
“Wilayah ini sangat dekat dengan struktur sesar aktif dan memiliki karakteristik tanah yang memperkuat getaran gempa,” tulis studi tersebut sebagaimana dimuat dalam Repository Universitas Tadulako.
BMKG dan BNPB sebelumnya juga telah mencatat bahwa klaster gempa di Poso umumnya terfokus di wilayah tengah hingga selatan kabupaten, khususnya di sepanjang Danau Poso dan sekitar zona Graben Palolo. Salah satu gempa signifikan terjadi pada Mei 2017, yang merusak ratusan rumah di kecamatan seperti Lore Utara, Poso Pesisir, Lage, dan sekitarnya.
Dengan potensi kerawanan ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan terus mengikuti informasi dari sumber resmi seperti BMKG, BNPB, maupun BPBD setempat.
Sumber: RPJMD Kabupaten Poso 2021–2026, Repository Universitas Tadulako (rama.kemdikbud.go.id), BMKG dan BNPB


































