TLii | ACEH | GAYO LUES | Blangpegayon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Samudra (Unsam) Langsa yang tergabung dalam kelompok desa Cinta Maju, Desa Tetingi, dan Desa Bener Baru, Kecamatan Blangpegayon, telah sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Pembuatan dan Penerapan Pestisida Nabati Berbahan Dasar Sereh Wangi dan Daun Sirsak.”Rabu, Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, 2 Juli 2025, bertempat di Desa Bener Baru dan dihadiri oleh sejumlah tokoh desa, antara lain:
Pengulu Desa Cinta Maju, Alamat.
Pengulu Desa Tetingi, Syafaruddin
Pengulu Desa Bener Baru, Suherman
Dalam sambutannya, Pengulu Desa Bener Baru, Suherman, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Unsam atas kontribusinya dalam memperkenalkan teknologi pertanian ramah lingkungan kepada masyarakat desa.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Pestisida nabati dari sereh wangi dan daun sirsak adalah alternatif yang sangat bermanfaat bagi petani. Selain mudah dibuat, bahan-bahannya juga tersedia di sekitar kita. Harapannya, masyarakat bisa menerapkan ini secara mandiri untuk meningkatkan hasil pertanian tanpa tergantung pada bahan kimia,” ujar Suherman.
Kegiatan PKM ini mencakup edukasi kepada warga tentang bahaya penggunaan pestisida kimia secara berlebihan, demonstrasi pembuatan pestisida nabati berbahan dasar sereh wangi dan daun sirsak, serta praktik langsung oleh warga yang dipandu oleh mahasiswa. Selain itu, dilakukan juga diskusi interaktif guna menggali pengetahuan lokal dan pengalaman warga dalam mengelola lahan pertanian secara berkelanjutan.
Warga dari ketiga desa tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Beberapa warga bahkan menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala dan diperluas ke bidang pertanian lainnya, seperti pengolahan pupuk organik dan budidaya tanaman hortikultura.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Unsam Langsa dalam mendorong pengabdian kepada masyarakat berbasis solusi lokal, dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Diharapkan melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu di lapangan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat desa. (red)


































