TLii | ACEH | ACEH TENGGARA | Kutacane – Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Aceh Tenggara memadati lapangan [sebutkan nama lokasi bila ada] untuk menyaksikan pembukaan Festival Muslim Ayub pada Sabtu malam (16/8). Acara yang digelar secara meriah ini menjadi salah satu agenda budaya dan religi terbesar di Aceh Tenggara tahun 2025.
Festival ini dibuka langsung oleh Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry, didampingi Anggota DPR RI Muslim Ayub, tokoh ulama, serta unsur Forkopimda. Kehadiran mereka disambut hangat dengan lantunan shalawat dan tari penyambutan khas Gayo Alas.
Dalam sambutannya, Bupati Salim Fakhry menyampaikan bahwa festival ini bukan hanya ajang hiburan semata, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga, sekaligus memperkenalkan potensi seni dan budaya lokal ke kancah yang lebih luas.
“Festival Muslim Ayub adalah momentum penting bagi kita semua untuk terus menjaga tradisi, memperkuat ukhuwah, sekaligus menumbuhkan semangat religius di tengah masyarakat. Saya berharap kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan dan membawa manfaat bagi ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pelaku UMKM di Aceh Tenggara,” ujar Bupati.
Sementara itu, Anggota DPR RI Muslim Ayub yang menjadi penggagas festival ini menegaskan bahwa acara tersebut adalah bentuk penghargaan terhadap nilai budaya Islami serta kearifan lokal masyarakat Alas.
“Kita ingin menghadirkan ruang ekspresi budaya yang Islami, mendidik, dan bermanfaat. Dengan adanya festival ini, generasi muda dapat lebih mengenal dan mencintai warisan leluhur sekaligus memperkokoh nilai keislaman,” kata Muslim Ayub dalam pidatonya.
Rangkaian Acara dan Antusiasme Masyarakat
Sejak sore, masyarakat sudah memadati lokasi acara. Festival dibuka dengan parade budaya, diikuti penampilan seni tari tradisional Gayo Alas, lantunan marhaban, dan pertunjukan musik Islami. Puluhan stand UMKM juga ikut meramaikan festival, menampilkan aneka produk lokal mulai dari kerajinan tangan, kuliner khas Aceh Tenggara, hingga hasil perkebunan seperti kopi dan kakao.
Masyarakat tampak antusias menikmati setiap rangkaian acara. Bahkan, beberapa pengunjung yang datang dari luar daerah menyebut Festival Muslim Ayub sebagai salah satu event budaya yang layak menjadi ikon pariwisata Aceh Tenggara.
“Saya bangga bisa hadir. Acaranya meriah, penuh nuansa Islami, dan bisa jadi wadah silaturahmi antarwarga. Semoga tahun depan lebih besar lagi,” ujar Safrina, salah satu warga dari Kecamatan Lawe Sigala-gala.
Festival ini rencananya akan berlangsung selama tiga hari, menampilkan berbagai lomba islami, pentas seni tradisi, ceramah agama, hingga malam puncak yang menghadirkan artis religi nasional.
Harapan Ke Depan
Dengan suksesnya pembukaan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara berharap Festival Muslim Ayub dapat menjadi kalender tahunan, sekaligus magnet wisata budaya dan religi.
“Inilah wajah Aceh Tenggara yang damai, religius, dan penuh semangat kebersamaan. Kita tunjukkan bahwa melalui festival ini, masyarakat kita siap maju tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai keislaman,” tutup Bupati. (RED)



























