(foto istimewa kegiatan Hizbul Wathan Unmuh Babel)
Oleh: Putri Simba
Pangkalpinang -Hari ini Jum’at 31 Oktober 2025 UKM Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung kembali melaksanakan kegiatan Diksar angkatan ke V kafilah Depati Amir dengan mengusung tema” Mewujudkan Kader Berjiwa Pemimpin, Berkarakter, dan Berprestasi untuk Pengabdian yang Berdampak.”
Acara ini di laksanakan selama tiga hari pada tanggal 31-2 November di Kawasan Tahura Bukit Mangkol Bangka Tengah. Dengan seragam rapi semangat membara puluhan rombongan peserta Diksar berangkat setelah sholat Jum’at dengan berjalan kaki menuju lokasi. Meski perjalanan cukup jauh dan mananjak, semangat para peserta tidak surut sedikitpun karena momen ini adalah momen yang paling di tunggu-tunggu oleh para calon pandu Hizbul Wathan Unmuh Babel.
Sesampainya di tempat mangkol, hujan deras tiba-tiba mengguyur seluruh para peserta. Menariknya bukan untuk mundur atau mengeluh mereka justru semakin semangat membara naik ketempat untuk mendirikan tenda-tenda dengan rapi. Dimana disini basah kuyup tak menjadi halangan untuk tetap bertahan dan mengikuti kegiatan dengan antusias.
Kegiatan dimulai dengan materi pertama yang dibawakan oleh Ayunda Maisarah selaku Alumni Hw Unmuh Babel, seorang narasumber inspiratif yang juga dikenal sebagai kader aktif HW. Suasana hening seketika ketika ia mulai berbicara, suaranya lembut tapi penuh wibawa.Dalam penyampaian materinya ia menekankan pentingnya kerja sama, kreativitas, dan pengembangan keterampilan hidup.
“Karakter selanjutnya yaitu kreatif trik-trik apa yg kalian lakukan. Kakak tekankan tolong kerjasama satu sama lain. Pengembangan keterampilan hidup contohnya seperti hujan bagaimana kalian sampai kesini. Penguatan nilai Islami serta peninggalan yang ada . Kedua organisasi Pramuka HW itu seperti sepupu yg tak bisa dipisahkan namun ada yg membedakan nya. Di HW itu sangatlah asik karena dia tidak ada penekanan.” Ujarnya.
Ayunda Mey juga menegaskan bahwa Hw dan Pramuka memang seperti saudara,tapi HW memiliki ciri yang khas yang tak tergantikan , nilai-nilai Islam dan rasa kebersamaan tanpa senioritas. ” Di HW tidak ada yang lebih tinggi, semuanya sama. Tidak ada penekanan yang ada hanyalah saling menghormati dan belajar bersama” jelasnya dengan tegas.
Diksar HW ke-V 2025 bukan sekadar pelatihan, melainkan perjalanan membentuk kader sejati mereka yang berjiwa pemimpin, berkarakter, berprestasi, dan siap mengabdi tanpa batas.



























