TLii//Tanjungbalai//Sumut
Tanjungbalai –Kasus dugaan pengerusakan rumah yang dialami Lili dan ibunya memasuki babak baru. Bendahara IWO Indonesia Kota Tanjungbalai, N.Z. Naipospos, mendesak Kapolres Tanjungbalai untuk segera menetapkan tersangka setelah laporan resmi korban telah masuk dan bukti awal dinilai cukup kuat.(10/12/25)
Menurut informasi yang dihimpun, kejadian pengerusakan tersebut bukan insiden pertama. Beberapa sumber menyebut aksi serupa sudah terjadi berulang kali, diduga melibatkan pihak yang sama. Dalam peristiwa terbaru, seng bagian belakang rumah korban rusak akibat dihantam benda keras. Rekaman CCTV yang dimiliki keluarga disebut memperkuat dugaan adanya unsur kesengajaan.
Naipospos menilai bahwa lambannya penetapan tersangka berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum dan rasa aman bagi korban.
“Dengan adanya bukti CCTV dan laporan berulang, Polres seharusnya bisa segera mengambil langkah tegas. Penetapan tersangka penting untuk mencegah kejadian ini terulang dan memberi rasa aman bagi korban,” ujarnya.
Di sisi lain, korban Lili mengungkapkan kondisi psikologis keluarganya yang terus memburuk akibat intimidasi yang mereka alami.
“Waktu suara pukulan itu terdengar, kami benar-benar ketakutan. Seng rumah sampai lepas. Ibu saya—yang sudah tua—langsung gemetaran dan tidak bisa berdiri karena shock,” ungkap Lili.
“Ini bukan sekali dua kali. Kami hidup dalam ketakutan. Kami hanya ingin polisi serius menangani laporan kami,” tambahnya.
Sejumlah warga sekitar yang ditemui tim media juga membenarkan sering terjadinya kegaduhan di area rumah korban, meski enggan memberikan identitas lebih jauh karena khawatir ikut menjadi sasaran.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Tanjungbalai masih melakukan proses penyelidikan. Pihak keluarga berharap polisi segera memberikan perkembangan resmi dan menetapkan tersangka agar kasus ini tidak berlarut serta tidak menimbulkan dugaan pembiaran,(RR)


































