Kemenag Aceh Gelar Rukyat Hilal di Enam Titik, Penentuan Idulfitri Tunggu Sidang Isbat

TARMIZI UMAR

- Redaksi

Kamis, 19 Maret 2026 - 04:54 WIB

50447 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMELINES iNEWS  Investigasi | BANDA ACEH — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh menyiapkan enam lokasi strategis untuk pelaksanaan rukyat hilal dalam rangka menentukan awal 1 Syawal 1447 Hijriah.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses penetapan Hari Raya Idulfitri 2026 yang akan diputuskan melalui sidang isbat pemerintah pusat.

Enam titik pengamatan hilal tersebut tersebar di berbagai wilayah Aceh, yakni Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang di Lhoknga, Aceh Besar; Tugu Nol Kilometer di Kota Sabang; Bukit Blang Tiron kawasan Perta Arun Gas di Lhokseumawe; Pantai Lhokgeulumpang di Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya; POB Suak Geudubang di Aceh Barat; serta Pantai Nancala di Teupah Barat,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabupaten Simeulue.
Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menyampaikan bahwa pengamatan hilal akan dilaksanakan serentak dengan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Republik Indonesia pada Kamis, 29 Ramadan 1447 H atau bertepatan dengan 19 Maret 2026.

“Pemantauan hilal dimulai setelah salat Asar dengan menggunakan teleskop astronomi dan sejumlah instrumen pendukung lainnya. Sebelumnya, akan dilakukan pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat dan para ahli astronomi,” ujar Azhari.

Untuk mendukung akurasi pengamatan, Kemenag Aceh juga telah menyiapkan lima teleskop astronomi yang dipusatkan di Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang, Lhoknga. Lokasi ini sekaligus menjadi markaz utama rukyat hilal di Aceh dan terbuka bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung proses pengamatan.

Hasil rukyat dari seluruh daerah di Indonesia nantinya akan dilaporkan ke Kementerian Agama RI dan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat. Pengumuman resmi penetapan 1 Syawal akan disampaikan Menteri Agama sekitar pukul 19.30 WIB pada hari yang sama.

Azhari mengimbau masyarakat agar menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan Hari Raya Idulfitri. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan jika terjadi perbedaan dalam penentuan awal Syawal.

“Perbedaan adalah hal yang biasa dalam penentuan awal bulan hijriah. Yang terpenting adalah saling menghargai dan menjaga ukhuwah di tengah masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra, menjelaskan bahwa secara perhitungan astronomi, posisi hilal pada 29 Ramadan 1447 H masih berada di bawah kriteria imkan rukyat yang disepakati negara-negara Asia Tenggara melalui MABIMS.

Menurutnya, kriteria tersebut mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk serta elongasi atau jarak sudut antara matahari dan bulan minimal 6,4 derajat agar dapat terlihat.

“Di wilayah Aceh, ketinggian hilal diperkirakan mencapai 3,1 derajat, namun elongasinya masih sekitar 6,1 derajat, sedikit di bawah standar MABIMS. Kondisi ini membuat cahaya bulan kalah terang dibandingkan cahaya matahari, sehingga menyulitkan pengamatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, secara empiris hilal belum pernah berhasil diamati pada elongasi di bawah 6,4 derajat. Meski demikian, rukyat tetap dilakukan sebagai bagian dari verifikasi lapangan terhadap hasil perhitungan hisab.
Pengamatan hilal dijadwalkan berlangsung saat matahari terbenam sekitar pukul 18.50 WIB dengan durasi pengamatan kurang lebih 15 menit.

Jika hilal berhasil terlihat pada Kamis petang, maka 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Namun apabila hilal tidak teramati, maka bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari, sehingga Idulfitri kemungkinan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Kemenag Aceh berharap seluruh rangkaian rukyat hilal dapat berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik sebagai dasar penetapan hari besar umat Islam tersebut.*[]

Berita Terkait

Sambut Hari Bakti Kemenimipas ke-2, Lapas Lhoksukon Turun Tangan Bersihkan Lingkungan Kantor
PAG Rangkul Ratusan Wartawan Lhokseumawe dan Aceh Utara, Perkuat Kemitraan dengan Media
*Sentuhan Humanis Polri! Kapolres Pidie Jaya Berbagi Rezeki di Jumat Berkah*
Cegah Kecelakaan di Jalan, Kapolres Pidie Jaya Turun Langsung Edukasi Pengemudi dan Bagikan Brosur Keselamatan*
Kapolres Pidie Jaya Pimpin Binrohtal Yasinan Personel, Doakan Aceh Aman dan Tentram*
Pemulihan Belum Tuntas, Bupati Pidie Jaya Desak Percepatan Infrastruktur dan Penyelesaian Jembatan Pascabencana
*Wagub Aceh Bersama Kapolda Jenguk Korban Insiden Bendera di Pidie, Dengarkan Aspirasi Keluarga*
Polres Langsa Musnahkan 243,90 Gram Sabu, Diperkirakan Selamatkan 1.951 Jiwa

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:56 WIB

Dipimpin Kalapas Mochamad Mukaffi, Jajaran Lapas Binjai Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Sambut Hari Bakti

Jumat, 6 November 2026 - 20:50 WIB

Sambut Hari Bakti Kemenimipas ke-2, Lapas Perempuan Medan Gelar Aksi Gotong Royong

Jumat, 6 November 2026 - 20:31 WIB

Lapas Pemuda Kelas III Langkat Inovasi Pembinaan Produktif Berkelanjutan Observasi Lapangan Budidaya Ulat Maggot di Rumah Maggot BSF Refri Farm Stabat

Jumat, 6 November 2026 - 19:51 WIB

Di Balik Tembok Jeruji Tersimpan Kisah Penyesalan Kerinduan Perjuangan Harapan Warga Binaan Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi Belajar Berubah Perbaiki Diri

Jumat, 6 November 2026 - 17:08 WIB

PTPN I Regional 1 Gelar Awareness Pengelolaan Pengarsipan Administrasi Inisiasi Head Office PTPN I Bersama ANRI 2-4 November 2026 di Kantor Regional

Jumat, 6 November 2026 - 14:10 WIB

Reses ke-3 DPRD Toba Dapil I Balige-Tampahan, Serap Aspirasi untuk Pembangunan Toba

Jumat, 6 November 2026 - 00:09 WIB

Bapas Kelas I Medan Laksanakan Litmas Usulan Program Integrasi WBP di Lapas Tanjungbalai

Kamis, 5 November 2026 - 23:57 WIB

Bapas Kelas I Medan Laksanakan Litmas Usulan Program Integrasi WBP di Lapas Tanjungbalai

Berita Terbaru