DINSOS ACEH Gerak Cepat Tindaklanjuti Program KSB, Dorong Daerah Usulkan Lokasi Siaga Bencana 2026–2028

TARMIZI UMAR

- Redaksi

Sabtu, 18 April 2026 - 17:15 WIB

5074 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMELINES iNEWS Investigasi | Banda Aceh — Dinas Sosial (Dinsos) Aceh bergerak cepat menindaklanjuti surat Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) terkait pelaksanaan program Kampung Siaga Bencana (KSB) periode 2026–2028.

Langkah ini diwujudkan melalui koordinasi intensif dengan Dinas Sosial kabupaten/kota guna mempercepat pengusulan lokasi pelaksanaan program di seluruh wilayah Aceh.

Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk respons atas permintaan resmi Kemensos yang tertuang dalam surat bernomor 876/3.4/BS.00.01/3/2026 yang dilengkapi Term of Reference (TOR), dan ditujukan kepada Dinas Sosial provinsi di wilayah Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.K.M., M.K.M., menyampaikan bahwa pihaknya langsung menginstruksikan jajaran untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta menghimpun usulan lokasi beserta kesiapan pelaksanaan program KSB.

“Begitu surat dari Kemensos kami terima, kami langsung meminta Dinas Sosial kabupaten/kota untuk mengusulkan lokasi sekaligus mempersiapkan berbagai kebutuhan pelaksanaan KSB,” ujar Budi Afrizal.

Ia menegaskan, langkah cepat ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem–Dekfadh dalam mendukung program nasional penguatan ketangguhan masyarakat terhadap bencana. Pemerintah daerah juga diminta mengusulkan wilayah prioritas dengan mempertimbangkan tingkat kerawanan bencana, kesiapan daerah, serta dukungan masyarakat setempat.

Sebagai tindak lanjut, Dan Perintah Pimpinan, Subkoordinator Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Dinsos Aceh, Yanyan Rahmad, A.Ks., M.Si., yang juga Pembina Teknis Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Aceh, bersama tim langsung menyiapkan dokumen administrasi serta melakukan koordinasi lintas sektor untuk mengawal pelaksanaan program.

Menurut Yanyan, sinergi antarinstansi menjadi kunci utama keberhasilan program di lapangan.

Ia menjelaskan bahwa pembentukan Kampung Siaga Bencana dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pertemuan dengan tokoh masyarakat, sosialisasi kebencanaan, pembentukan struktur tim KSB, hingga penyusunan direktori dan peta kawasan rawan bencana.

“Selain itu, dilakukan simulasi untuk menguji standar operasional prosedur (SOP) penanggulangan bencana di desa rawan. Dengan demikian, masyarakat yang telah dibina mampu menjalankan peran masing-masing saat bencana terjadi,” jelasnya.

Adapun batas waktu pengajuan usulan tergolong singkat, yakni hingga 6 April 2026 untuk tingkat provinsi dan 14 April 2026 untuk kabupaten/kota.

Hal ini mendorong Dinsos Aceh untuk bergerak cepat agar seluruh daerah prioritas yang terdampak Bencana Hidrometeorologi dapat berpartisipasi secara optimal.

Program Kampung Siaga Bencana sendiri dilatarbelakangi tingginya frekuensi bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera, termasuk Aceh, seperti banjir, tanah longsor, dan curah hujan ekstrem yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

Melalui pendekatan berbasis komunitas, KSB diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, melindungi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas, serta memperkuat partisipasi warga dalam upaya mitigasi bencana.

Untuk periode 2026–2028, pemerintah menargetkan pelaksanaan program ini di 15 kabupaten/kota.

Dinsos Aceh menegaskan komitmennya untuk terus mengawal implementasi KSB secara optimal guna mewujudkan masyarakat yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.[Yahbit]

Berita Terkait

Kapolda Aceh Gelar “Saweu Keude Kupi” Bersama Influencer, Perkuat Sinergi dan Literasi Digital
BNN Aceh Musnahkan Hampir 5 Kilogram Narkotika Jenis Sabu
BKKBN Aceh Tegaskan Komitmen Percepatan Penurunan Stunting dan Penguatan Program Bangga Kencana dalam Pra-Rakorda 2026
KNPS Aceh dan BKKBN Jajaki Kolaborasi Cegah Stunting dan Perkuat Intervensi Pascabencana
Di Tengah Kesibukan, Lismawani Raih Doktor ke-354 di UIN Ar-Raniry, Rektor Apresiasi Disertasi Model Meuseuraya-Integratif
PBVSI Aceh Tegaskan Kepengurusan Solid dan Transparan Jelang Pra PORA
Tuanku Muhammad, Politisi Muda Penggerak Perubahan untuk Banda Aceh
Rektor USK Apresiasi Komitmen Wagub Aceh Lanjutkan Studi Magister Manajemen

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 07:00 WIB

Wakili Kakanwil, Kabag TU dan Umum Kanwil Ditjenpas Sumut Hadiri Kegiatan Menembak Eksternal di Yonko 463 Pasgat

Sabtu, 18 April 2026 - 20:58 WIB

Rutan Kelas I Medan Pindahkan 110 Warga Binaan ke Lapas di Wilayah Sumatera Utara

Sabtu, 18 April 2026 - 20:13 WIB

Kalapas Padangsidimpuan Hadiri Perpisahan Kalapas Panyabungan, Sartowali Dapat Amanah Baru di Sumatera Selatan

Sabtu, 18 April 2026 - 17:49 WIB

Kapolsek Siantar Selatan Dampingi Camat Monitoring Kebersihan dan Pengecetan Jorat Sangnawaluh

Sabtu, 18 April 2026 - 17:46 WIB

Polsek Siantar Selatan Hadiri Kegiatan GATI Kelurahan Simalungun dan Kebersihan

Sabtu, 18 April 2026 - 16:22 WIB

Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Pengedar Sabu di Desa Manunggal

Sabtu, 18 April 2026 - 14:57 WIB

Ibadah Penguatan Moral WBP di Lapas Pemuda Kelas III Langkat, Dorong Perubahan Positif Warga Binaan

Sabtu, 18 April 2026 - 14:36 WIB

Penguatan dan Dialog Terbuka Kakanwil Kementerian Hukum Sumut Perkuat Kinerja dan Integritas Pegawai

Berita Terbaru

Oplus_131072

KALIMANTAN SELATAN

Panen Sawi di Rutan Tanjung, Bukti Nyata Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 21:29 WIB