TLii..MEUREUDU, PIDIE JAYA (4 April 2026) – Jarak ribuan kilometer antara Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, seolah tak berarti di tengah kuatnya semangat berbagi. Sebuah sumur bor wakaf dari Ibu Visca Clarissa kini resmi mengalirkan air bersih di Balai Pengajian Darul Muta’allimin, Desa Kuta Trieng, pasca banjir yang melanda wilayah tersebut.
Program ini terwujud berkat sinergi antara Ustadz Azhar Kiran dan Bapak H. Machfud yang mengawal langsung proses pembangunan, mulai dari survei lokasi hingga pengeboran, guna memastikan kualitas dan keberlanjutan sumber air. 
Ustadz Azhar Kiran menyampaikan bahwa amanah dari donatur harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Ini bukan sekadar pembangunan sumur, tapi bagaimana memastikan niat baik Ibu Visca menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Hal senada disampaikan H. Machfud yang menekankan pentingnya transparansi dan kualitas teknis dalam pengelolaan wakaf.
“Pemberi wakaf harus merasa tenang, dan penerima manfaat harus benar-benar merasakan dampaknya. Air ini akan digunakan untuk wudhu santri dan kebutuhan sehari-hari warga,” katanya.
Kehadiran sumur bor ini membawa kebahagiaan mendalam bagi masyarakat, khususnya para lansia yang rutin mengikuti pengajian. Nenek Maryam (68) mengungkapkan rasa syukurnya dengan haru.
“Alhamdulillah, selama ini kami sering kesulitan air untuk berwudhu. Terima kasih kepada Ibu Visca, Ustaz Azhar, dan Pak Machfud. Semoga Allah membalas dengan pahala yang tak terputus,” ucapnya.
Pimpinan Balai Pengajian Darul Muta’allimin, Tgk. H. Anwar, turut mengapresiasi bantuan tersebut sebagai berkah besar bagi para santri dan masyarakat sekitar.
Aksi ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan wakaf di tahun 2026 tetap menjadi kekuatan utama dalam mempererat persaudaraan, melampaui batas geografis dan menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.
































