GENANG DERAI AIR MATA
[ Kado buat ayah tercinta ]
cak haba-penyair.@*

air mata terus mengalir
basahi luka mengukir
pada perjalanan
tak berujung sepadan
menanti sirna pesakitan.
Tuhan…
Benarkah Kau Penguasa?
Benarkah Kau Maha Rahman ?
Benarkah Kau Maha Rahim ?
Tuhan…
Ikatkan rasa perih
Sirnakan cahaya hitam
Larungkan debu kelam
Disapu badai temaram
Dihempas ombak kejam.
® agar mereka tak dililit
kedengkian
agar mereka tak kurus
menunggu sejumput
butiran dikais peluh
agar mereka melepaskan
gelapnya kehidupan
kau tetap Pahlawan kami
hingga di ujung jalan
nanti.
Tuhan…
mereka mulai tak yakin
sepanjang malam menjerit
bukan karena lapar
melainkan keyakinan kami mulai goyah
Terbetik rasa ingin menjauh meninggalkan Kau.
Tapi ada sosok malaikat
Menuntun kami.
Memberi matahari sebagai
penerangan
Menjaring bulan sebagai
sandaran
Medekap gunung sebagai
penganan
® Nyatanya kau menjauh
semakin jauh
Rasanya kau menghilang
semakin menjulang
dari Perasaan
dari Pandangan
dari Kenyataan.
Akhirnya berlari kencang
Agar kami cepat pulang
Dari kegelapan
Mohon ampun Tuhan
Dari keputus asaan
Dari kemurtadan.
Selamat jalan wahai hamba
Penunggu kedamaian
Menuju Tuhan Penguasa alam
Surgawi dalam penantian
Kami kehilangan
rasa cinta abadi
di pertengahan ramadhan
tak ada kata dan pesan
Selamat jalan Ayah
Do’a kami mengiringi langkahmu
hingga lelah tak dirasa
Menyatu ke bumi sendiri.
“Astaghfirullah al adhiem
Wa atubuh ilaih minjami’il
Ma’ashi wad dzunub
Taubatan nashuha.”
@ cak haba-Hasan Basrie
Mansur Alcaff-penyair
Sufistik Banten Madura
Lahir di Prenduan Madura



























