(Foto: Dok.) Petugas Damkar BPBD Aceh Besar Bersama Kepala Desa Tanjong sesat Berhasil mengevakuasi Ular Piton 4 Meter dari Bawah Lantai Beton di Tanjong, Minggu (3Mai 2026)
TIMELINES iNEWS Investigasi| KOTA JANTHO, Aceh Besar — Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar berhasil mengevakuasi seekor ular piton dengan panjang sekitar empat meter dari bawah lantai beton di Komplek Bulog, Gampong Tanjong, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (3/5/2026) pagi.
Evakuasi dilakukan setelah pihak BPBD menerima laporan dari Kepala Desa (Keuchik) Gampong Tanjong, Akmalul Hakim, S.Pd.I (42), terkait keberadaan ular berukuran besar di sebuah bangunan yang sudah lama tidak ditempati.
Ular tersebut diduga menjadikan area bawah lantai beton sebagai tempat persembunyian, sehingga menimbulkan kekhawatiran warga sekitar.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengatakan bahwa proses evakuasi cukup menantang karena posisi ular berada di ruang sempit dan tertutup. Untuk menjangkau lokasi persembunyian, petugas terpaksa membongkar sebagian lantai beton menggunakan peralatan berat, termasuk palu besar.
“Petugas harus membongkar lantai beton untuk menjangkau posisi ular yang bersembunyi di bawahnya. Proses ini membutuhkan kehati-hatian karena ukuran ular cukup besar dan ruang geraknya terbatas,” ujar Ridwan.
Ia menjelaskan, tim khusus Damkar BPBD Aceh Besar diterjunkan langsung ke lokasi untuk menangani evakuasi tersebut.
Proses berlangsung dengan penuh kewaspadaan guna menghindari risiko serangan ular maupun kecelakaan kerja.
Setelah dilakukan pembongkaran, petugas akhirnya berhasil mengeluarkan ular piton dari persembunyiannya. Evakuasi dinyatakan selesai pada pukul 10.21 WIB dalam kondisi aman dan terkendali.
“Alhamdulillah, evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, baik dari petugas maupun masyarakat,” tambahnya.
Ridwan juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kemunculan satwa liar, khususnya di lingkungan yang jarang dihuni atau bangunan kosong. Menurutnya, lokasi seperti itu sering menjadi habitat sementara bagi hewan berbahaya, termasuk ular.
Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan setiap temuan satwa liar kepada pihak berwenang. Warga diharapkan tidak mencoba menangani sendiri karena berisiko tinggi.
“Jika menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secara profesional dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama di kawasan permukiman yang berdekatan dengan area terbuka atau bangunan terbengkalai.
Respons cepat dari petugas Damkar BPBD Aceh Besar terbukti mampu mencegah potensi bahaya lebih besar serta menjaga keselamatan warga.*[Yahbit]



























