Banda Aceh — Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banda Aceh menggelar talkshow bertajuk “Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba: Faktor Utama Kebebasan Diri Demi Kesuksesan Menuju Generasi Emas 2045”, Rabu malam, 6 Agustus 2025, di Café Black Rose Banda Aceh.
Kegiatan ini dihadiri oleh kalangan mahasiswa dan menghadirkan tiga narasumber utama: Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, MM, psikiater RSJ Aceh dr. Syahrial, Sp.KJ, serta influencer muda Aceh, Teuku Mail.
Kepala BNN Kota Banda Aceh, Kombes Pol Zahrul Bawadi, H.MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa peredaran narkoba saat ini telah menjadi persoalan kompleks dan ancaman serius bagi masa depan bangsa.
“Narkotika bisa menjadi alat untuk melemahkan suatu bangsa melalui perusakan generasi mudanya. Ancaman ini harus dilawan bersama-sama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa meski Indonesia telah merdeka secara fisik, perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan dari ancaman narkoba masih terus berlangsung. Menurutnya, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba merupakan langkah strategis dalam mewujudkan Generasi Emas 2045—generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh.
BNN Kota Banda Aceh, lanjut Zahrul, kini tengah mengembangkan program Gampong/Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) dan menargetkan kolaborasi lebih luas bersama lembaga pendidikan untuk menciptakan Sekolah Bersinar dan Kampus Bersinar. Upaya ini dilakukan melalui sosialisasi, seminar, dan workshop yang dirancang agar siswa dan mahasiswa memahami bahaya narkoba secara menyeluruh.
Zahrul juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data BNN, periode 2023–2024 menunjukkan tren penurunan kasus penyalahgunaan narkoba di Banda Aceh. Namun, di saat yang sama, angka rehabilitasi meningkat.
“Ini sinyal positif. Artinya, semakin banyak yang ingin pulih dan bangkit. Harapan kami, Banda Aceh bisa menjadi kota yang benar-benar bersih dari narkoba,” katanya.
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah, menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak.
“Butuh sinergi lintas sektor pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Kolaborasi adalah kunci,” tegasnya.
Ia juga menyoroti munculnya berbagai jenis narkotika baru atau New Psychoactive Substances (NPS) yang semakin beragam dan sulit terdeteksi. Karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, termasuk dalam menerima makanan atau minuman dari orang asing.
“Banyak korban yang awalnya terjerumus karena menerima makanan yang mengandung zat adiktif dari orang yang tidak dikenal. Ini harus menjadi perhatian serius,” tambahnya.
Talkshow ini menjadi bagian dari upaya intensif BNN Aceh dalam menyuarakan pentingnya edukasi dan kesadaran kolektif untuk melawan penyalahgunaan narkoba, terutama menjelang visi besar Indonesia Emas 2045.


































