Pelantikan dan Pengambilan sumpah 8 Pejabat Eselon II diLingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Kamis (2/4/2026) Foto: Dok.TLii.
TIMELINES iNEWS Investigasi | KOTA JUANG, BIREUEN — Ir. Marwan, S.T., M.T., yang baru saja dilantik sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen oleh Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T., menegaskan komitmennya untuk segera menuntaskan persoalan korban banjir yang hingga kini belum sepenuhnya tertangani.
Salah satu fokus utama yang akan segera ditangani adalah keberadaan sembilan kepala keluarga (KK) pengungsi korban banjir yang telah bertahan selama 23 hari di halaman Kantor Bupati Bireuen. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena menyangkut hak dasar masyarakat terdampak bencana.
Marwan menyampaikan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah pembenahan data korban banjir secara menyeluruh.
Menurutnya, validasi data menjadi kunci penting agar penanganan dan penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
“Kami akan membereskan data korban banjir dan melakukan pendekatan persuasif dengan para pengungsi agar mereka mendapatkan hak yang semestinya.
Data akan diperbaiki dan didaftarkan secara resmi,” ujar Marwan usai melaksanakan serah terima jabatan dengan pejabat BPBD sebelumnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna mempercepat proses penanganan, baik dari sisi administrasi maupun penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Sementara itu, salah seorang pengungsi, M. Amin yang dikenal dengan sapaan Pang Aweuk, menyampaikan harapan agar pemerintah segera merealisasikan hak-hak mereka sebagai korban banjir.
Ia menegaskan bahwa para pengungsi tidak memiliki tuntutan berlebihan, selain ingin mendapatkan hak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Kami hanya menuntut hak sebagai korban banjir yang telah tercatat dalam Surat Keputusan (SK) Pemerintah Kabupaten Bireuen. Jika hak kami terpenuhi, kami akan segera kembali ke desa,” ujarnya.
Keberadaan para pengungsi di halaman Kantor Bupati tersebut menjadi simbol belum tuntasnya penanganan pascabanjir di wilayah Bireuen.
Oleh karena itu, diharapkan kepemimpinan baru di BPBD mampu membawa solusi konkret dalam waktu dekat.
Selain pelantikan dan pengambilan sumpah Kepala Pelaksana BPBD, pada kesempatan yang sama Bupati Bireuen juga melantik tujuh pejabat lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya penyegaran birokrasi serta peningkatan kinerja aparatur sipil negara.
Adapun pejabat yang dilantik antara lain:
– Zamzami, S.Pd., M.M. sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah,
– Dr. Minar Mushari, Sp.S. sebagai Direktur UPTD RSUD dr. Fauziah,
– Mohammad Amirullah, S.E., M.Si. sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah.
– Dr. Mukhtaruddin, S.H., M.H. dilantik sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik,
– Doli Mardian, S.E., M.S.M. sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana,
– Azhari, S.Sos. sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, serta
– Munawar, S.K.M., M.Kes. sebagai Kepala Dinas Syariat Islam.
Bupati Mukhlis menjelaskan bahwa seluruh proses pelantikan tersebut telah melalui mekanisme seleksi terbuka dan memperoleh rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), sebagaimana tertuang dalam Surat Nomor 05493/R-AK.02.03/SD/F/2026 tertanggal 22 Januari 2026.
Ia berharap para pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta loyalitas tinggi demi kemajuan Kabupaten Bireuen.
“Semoga para pejabat yang baru dilantik dapat bekerja dengan loyalitas tinggi serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat,” Harap Bupati. *[]


































