GKST – Cukup Doa, Makan Saja, atau Peran Strategis di Poso?

REDAKSI

- Redaksi

Kamis, 21 November 2024 - 10:35 WIB

5091 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi, Sumber Google

Foto Ilustrasi, Sumber Google

TLii|Tajuk Rencana- Tabea Mawondaya.Sebagai bagian dari masyarakat To Pamona, muncul diskusi hangat tentang peran strategis Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) dalam dinamika politik Kabupaten Poso. GKST, yang menjadi simbol mayoritas di wilayah ini, memiliki peluang besar untuk mencetak pemimpin yang mampu membawa perubahan. Namun, kritik terus bermunculan mengenai minimnya kaderisasi politik yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Fenomena “Badut Pesta” dan Kritik Politik Pribumi

Pengamat lokal, Stenlly Ladee, menyoroti apa yang ia sebut sebagai “fenomena badut pesta.” Ia menggambarkan situasi ini sebagai ketidaksiapan masyarakat lokal menjadi pemain utama dalam panggung politik. “Bak pesta ulang tahun, badutnya pribumi, pemilik pestanya orang luar,” ujar Stenlly, menekankan dominasi pihak luar yang membangun dinasti politik.

Kritik ini menyasar pola pikir masyarakat To Pamona yang dinilai kurang strategis, sehingga peluang untuk berperan di ranah birokrasi dan legislatif sering kali tergeser oleh pihak eksternal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kaderisasi GKST: Harapan dan Realita

Bagi Stenlly, GKST seharusnya mampu menjadi pusat pembentukan kader pemimpin, tidak hanya di ranah spiritual tetapi juga politik. Ia mengusulkan dua indikator utama dalam memilih pemimpin:

  1. Prestasi Nyata
    Pemimpin yang dipilih harus memiliki rekam jejak prestasi dan penghargaan kinerja, bukan sekadar proyek pencitraan menjelang Pilkada.
  2. Kader GKST
    Masyarakat mayoritas memiliki tanggung jawab untuk memberikan ruang bagi kader GKST yang mampu menjaga identitas To Pamona dan memimpin dengan visi yang kuat.

Ancaman Kehilangan Identitas

Ketidakmampuan menempatkan kader lokal dalam posisi strategis DPRD Kabupaten maupun Provinsi menjadi cerminan melemahnya pengaruh politik masyarakat To Pamona. Kegagalan ini berisiko menghapus identitas To Pamona sebagai pemilik sah Tana Poso.

“Jika begini terus, dalam 5–20 tahun ke depan, kita bisa menjadi orang-orang yang terpinggirkan, tanpa identitas, hanya menjadi penonton di tanah sendiri,” ujar Stenlly.

Refleksi untuk Masa Depan Poso

Pertanyaan “Cukup doa, makan saja, atau mengambil peran strategis?” menjadi refleksi bagi GKST dan masyarakat To Pamona. Bukan untuk membawa gereja ke dalam politik praktis, tetapi untuk mencetak pemimpin yang berakar pada nilai budaya dan spiritualitas lokal.

Dengan mengambil peran strategis, GKST dapat menjadi katalisator perubahan, mengembalikan kepercayaan diri masyarakat To Pamona sebagai pemimpin yang mampu bersaing di panggung nasional maupun internasional. Semoga ini menjadi awal kebangkitan masyarakat lokal untuk menjaga marwah dan identitas Tana Poso.

Berita Terkait

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang Laksanakan Program Kerja Bak Sampah di SDK Idalolong
Di Balik Tangisan Anak Pencuri Ayam, Ada Keresahan Pemilik Ayam Aduan Juara dan PR Besar Penegakan Hukum
Dinas Pengairan Aceh mengucapkan selamat dan sukses atas Raihan H. Muzakir Manaf (Anugerah Pena Emas 2026) dan M. Nasir,S.IP.,MPA (Mitra pers terbaik 2026).
Keluarga Besar Dinas Pengairan Aceh mengucapkan selamat dan sukses atas pengukuhan M. Nasir,S.IP.,M.PA sebagai ketua dewan pengurus Korpri provinsi Aceh masa baki 2025-2030.
Ucapan Dinas Pengairan Aceh Mengucapkan Selamat dan Sukse Atas Pelantikan Irjen Pol Ruddi Setiawan sebagai Kapolda Aceh
Lulus Tanpa Skripsi : Terdengar Menggiurkan Tapi Sebenarnya Jebakan?
Quiet Quitting: Malas Bekerja atau Bentuk Kesadaran akan Work-Life Balance?
Lulus Kuliah, Lalu Menganggur: Apakah Jurusan yang Dipilih Masih Relavan dengan Dunia Kerja?

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Rutan Kelas IIB Tanjung Komitmen Hadirkan Pelayanan Humanis Berkelanjutan Jaga Lingkungan Sehat Kondusif

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:08 WIB

Tamping Kebun Panen dengan Pengawasan Petugas dan Didampingi Peserta Magang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Rutan Kelas IIB Tanjung Gelar Pengajian di Blok Hunian Wanita Bersama Kemenag Tabalong

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Karutan Raymon Andika Girsang Tegaskan Pembinaan Kerohanian Penting Bentuk Karakter WBP

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Rutan Tanjung Dukung FGD Bapas Kelas I Banjarmasin Perkuat Sinergi Implementasi KUHP Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Rutan Tanjung Gelar Shalat Dzuhur Berjamaah dan Kultum Perkuat Kedisiplinan Ibadah dan Kebersamaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Karutan Tanjung Raymon Andika Girsang Komitmen Perkuat Pembinaan Kerohanian Dan Karakter Warga Binaan.

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Ka KPR Muhammad Arief Rakhman dan Kasubsi Yantah Al Muqtadir Pasya Pimpin Dialog dan Pemantauan Blok Hunian

Berita Terbaru

DAERAH

Operasi Patuh Toba 2026 Resmi Dimulai Hari Ini

Senin, 26 Okt 2026 - 15:18 WIB