TIMELINES iNEWS Investigasi | ACEH BARAT | Meulaboh — Kegiatan Daurah Al-Qur’an Daarul Anwar Aceh ke-VIII tahun 2026 resmi ditutup pada Selasa (10/3/2026) di kompleks Dayah Tahfizhul Qur’an Daarul Anwar Aceh, Desa Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.
Program pembinaan Al-Qur’an yang telah berlangsung sejak 20 Februari 2026 tersebut menjadi salah satu upaya membentuk generasi muda yang lebih dekat dengan Al-Qur’an melalui pembelajaran membaca dan menghafal kitab suci umat Islam.
Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Yayasan Daarul Anwar Aceh ini diikuti oleh sejumlah peserta dari kalangan anak-anak hingga remaja. Selama hampir tiga pekan, para peserta mendapatkan pembinaan intensif dari para ustaz dan pembimbing tahfiz berpengalaman yang memberikan materi terkait tahsin Al-Qur’an, hafalan, serta pemahaman dasar ilmu tajwid.
Ketua Yayasan Daarul Anwar Aceh, Ustaz Anwar Jakfar, mengatakan bahwa daurah Al-Qur’an merupakan program rutin yang digelar setiap tahun sebagai bagian dari komitmen lembaga dalam membina generasi muda agar semakin mencintai Al-Qur’an.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga bertujuan menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini. Dengan pembinaan yang terarah, para peserta diharapkan mampu memahami pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
“Melalui daurah ini, kami ingin memberikan ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an,” ujar Anwar Jakfar dalam sambutannya saat penutupan kegiatan.
Selama pelaksanaan program, para peserta mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran yang dipandu langsung oleh para pengajar tahfiz. Materi yang diberikan mencakup pelatihan tahsin atau perbaikan bacaan Al-Qur’an, program hafalan ayat-ayat suci, serta pemahaman dasar ilmu tajwid agar peserta mampu membaca Al-Qur’an secara tartil.
Pimpinan Dayah Tahfizhul Qur’an Daarul Anwar Aceh, Ustaz Habiburrahman, juga turut mendampingi jalannya kegiatan pembinaan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan daurah seperti ini menjadi sarana penting dalam membangun karakter generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Menurutnya, pendidikan Al-Qur’an perlu dilakukan secara berkelanjutan agar anak-anak dan remaja memiliki fondasi keagamaan yang kuat di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.
“Pembinaan Al-Qur’an seperti ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki akhlak mulia serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” kata Habiburrahman.
Acara penutupan kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia Daurah Al-Qur’an ke-VIII, Ustaz Muhammad Khairumi, menyerahkan sertifikat kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas kesungguhan mereka selama mengikuti program pembinaan.
Penyerahan sertifikat tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan daurah yang telah berlangsung selama hampir tiga minggu.
Para peserta terlihat antusias menerima penghargaan tersebut sebagai hasil dari proses pembelajaran yang telah mereka jalani.
Panitia penyelenggara berharap kegiatan daurah Al-Qur’an Daarul Anwar Aceh dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun. Selain menjadi sarana pembinaan membaca dan menghafal Al-Qur’an, program ini juga diharapkan mampu mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan memiliki kontribusi positif bagi masyarakat.
Melalui kegiatan seperti ini, Yayasan Daarul Anwar Aceh menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat, sekaligus membangun generasi muda yang memiliki karakter religius serta berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan mereka.*[]



























